
Kabar Jawa – Kalimat “Taqabbalallahu Minna wa Minkum” menjadi kalimat yang cukup familiar ketika Idul Fitri tiba. Apa arti sebenarnya?
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penuh kebahagiaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam saling mengucapkan selamat serta mendoakan kebaikan satu sama lain.
Salah satu ungkapan yang sering diucapkan adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum,” yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Islam.
Makna Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Ungkapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” berasal dari bahasa Arab:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian.”
Doa ini mencerminkan harapan agar semua ibadah yang telah dijalankan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. Dengan mengucapkannya, seseorang juga mendoakan orang lain agar amal ibadahnya mendapat keberkahan serta diterima di sisi Allah.
Asal-Usul dan Riwayat Hadits
Dalam kitab Fathul Bari, Al Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa doa ini telah menjadi kebiasaan para sahabat Nabi Muhammad SAW ketika bertemu di hari raya Idul Fitri:
“Kami mendapatkan riwayat dalam Al Mahamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, bahwa para sahabat Nabi jika saling berjumpa pada hari Idul Fitri, mereka mengatakan ‘Taqabbalallahu minna wa minkum.'” (Fathul Bari Juz 2, Hlm. 446, Ibnu Hajar)
Hadits lain dari Jubair bin Nufair juga meriwayatkan:
كَانَ أَصحَابُ رَسٌوْلُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيْدِ يَقُوْلُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضِ تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكَ
Artinya: “Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, mereka berkata satu sama lain: ‘Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu).'” (HR. Baihaqi)
Variasi Bacaan Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Selain doa utama, ada beberapa variasi bacaan yang juga sering digunakan:
- Taqabbalallahu Minna wa Minkum wa Taqabbal ya Karimتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ
Taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal ya karim.
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan kalian semua, serta menerimanya dengan kemurahan-Nya.”
- Taqabbalallahu Minna wa Minkum wa Ahalahullahu ‘alaikتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك
Taqabbalallahu minna wa minkum wa ahalahullahu ‘alaik.
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, serta menyempurnakannya atas kalian.”
- Taqabbalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakumتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.
Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah puasa kami dan kalian semua.”
Cara Menjawab Ucapan Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Berdasarkan riwayat dari para sahabat, ada dua cara umum dalam menjawab ucapan ini:
- Menjawab dengan ucapan yang samaDalam Sunan Kubro (Juz 3, Hlm. 319), Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz ketika diberi ucapan “Taqabbalallahu minna wa minka” akan membalas dengan kalimat yang sama.
- Menjawab dengan “Minna wa minkum taqabbal ya Karim”مِّنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ
Minna wa minkum taqabbal yaa kariim.
Artinya: “Semoga Allah Yang Maha Mulia menerima amal kami dan kalian.”
Hukum Mengucapkan dan Menjawab Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Menurut pendapat Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatwa (24/233) dan Fatawa Kubro (2/371), mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” saat hari raya bukanlah suatu kewajiban, tetapi merupakan tradisi yang telah dilakukan oleh para sahabat Nabi.
Ibnu Taimiyyah juga menegaskan bahwa menjawab doa ini hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 86:
“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.” (QS. An-Nisa: 86)
Dengan demikian, mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi amalan yang dianjurkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, sementara menjawabnya merupakan bentuk adab dalam Islam.
***