Semarang, Kabar Jawa – Semarang bukan cuma terkenal dengan lumpia dan bandeng presto. Ibu kota Jawa Tengah ini juga punya deretan tempat makan legendaris yang bertahan lintas generasi, mulai dari restoran bergaya kolonial hingga warung sederhana dengan racikan bumbu yang terus dicari pelanggan.
Menariknya, setiap tempat punya cerita sendiri. Ada yang mempertahankan tradisi es krim klasik sejak 1936, ada pula yang dikenal lewat lumpia dengan isian rebung, nasi goreng babat yang kaya bumbu, hingga soto ayam berkuah bening yang cocok disantap saat pagi hari.
Perjalanan kuliner di Semarang pun terasa seperti menyusuri sejarah kota. Pengaruh budaya Jawa, Tionghoa, dan Eropa terlihat dalam beragam sajian yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Kalau sedang berkunjung ke Semarang, empat tempat makan berikut bisa masuk daftar tujuan kuliner.
4 Restoran Legendaris Semarang yang Sudah Bertahan Puluhan Tahun
1. Toko Oen Semarang, menyajikan kuliner klasik sejak 1936
Kalau ingin merasakan suasana Semarang tempo dulu, Toko Oen bisa menjadi tempat untuk memulai perjalanan kuliner. Restoran yang berada di Jalan Pemuda Nomor 52, Semarang Tengah, ini dikenal lewat interior klasik dan menu yang memadukan cita rasa Eropa, Indonesia, serta Tionghoa.
Berdasarkan riwayat di situs resmi Toko Oen, cabang Semarang mulai beroperasi pada 1936. Usaha keluarga ini berawal dari toko kue yang kemudian berkembang menjadi kedai es krim dan restoran.
Salah satu daya tariknya adalah es krim klasik yang dibuat menggunakan metode pengadukan tradisional. Dalam penjelasan pada halaman resmi menu es krim Toko Oen, tekstur es krimnya cenderung lebih padat dengan karakter yang berbeda dari gelato modern. Resepnya juga dikaitkan dengan tradisi pembuatan es krim sejak awal usaha tersebut berkembang.
Selain es krim, pengunjung dapat menjumpai aneka kue, roti, serta hidangan klasik bergaya Eropa. Pilihan ini membuat Toko Oen cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan sekaligus suasana nostalgia.
Berada di pusat kota, tempat ini juga relatif mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan setelah mengunjungi kawasan bersejarah Semarang.
Lokasi: Jalan Pemuda Nomor 52, Semarang Tengah, Kota Semarang.
2. Lumpia Gang Lombok, menjaga cita rasa khas Semarang
Berbicara soal kuliner Semarang, lumpia tentu sulit dilewatkan. Hidangan yang memadukan pengaruh kuliner Tionghoa dan Jawa ini dikenal melalui kulit tipis dengan isian rebung serta bahan pelengkap lainnya.
Salah satu nama yang sering dikaitkan dengan sejarah lumpia Semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Lokasinya berada di Jalan Gang Lombok Nomor 11, kawasan Purwodinatan, Semarang Tengah, tidak jauh dari Kelenteng Tay Kak Sie.
Portal resmi pariwisata Jawa Tengah, Visit Jawa Tengah, mencatat tempat ini telah berdiri lebih dari 100 tahun. Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa pengolahan rebung menjadi salah satu perhatian dalam menjaga karakter rasa lumpia yang dijual.
Rebung memang menjadi bagian penting dari cita rasa lumpia. Jika diolah dengan baik, bahan ini memberikan rasa gurih dan sedikit manis tanpa aroma menyengat yang mengganggu.
Di Gang Lombok, pengunjung dapat menemukan pilihan lumpia basah maupun goreng. Lumpia goreng menawarkan kulit yang renyah, sedangkan versi basah memberikan tekstur yang lebih lembut. Keduanya bisa dinikmati dengan saus pendamping sesuai penyajian yang tersedia.
Tempat ini juga cocok untuk wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh khas Semarang. Namun, jika berencana membeli dalam jumlah banyak, sebaiknya tanyakan ketersediaan dan ketentuan pemesanan kepada penjual terlebih dahulu.
Lokasi: Jalan Gang Lombok Nomor 11, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang.
3. Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok, kuliner sederhana dengan rasa kuat
Bagi pencinta hidangan gurih dan kaya bumbu, nasi goreng babat Pak Karmin Mberok layak masuk daftar kuliner saat berada di Semarang.
Warung ini dikenal melalui nasi goreng babat dan babat gongso. Keduanya menggunakan babat sebagai bahan utama, tetapi disajikan dengan karakter berbeda. Nasi goreng babat memadukan nasi dan potongan babat dengan bumbu, sedangkan babat gongso mengandalkan olahan babat yang dimasak bersama bumbu hingga meresap.
Ciri yang sering dicari dari hidangan ini adalah perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma bumbu yang kuat. Kecap menjadi salah satu unsur yang memberikan warna serta karakter rasa pada olahan tersebut.
Artikel pada portal Bangga Semarang, yang membahas kuliner lokal, mencatat bahwa Sukarmin atau Pak Karmin telah berjualan nasi goreng babat gongso selama hampir lima dekade ketika artikel itu diterbitkan pada September 2023. Usaha tersebut bermula dari warung sederhana di sekitar Jembatan Mberok. Baca riwayat Nasi Goreng Babat Pak Karmin di Bangga Semarang.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa kuliner legendaris tidak selalu harus hadir dalam bangunan besar atau restoran mewah. Warung sederhana pun dapat bertahan karena memiliki pelanggan dan sajian yang terus dicari.
Bagi wisatawan, mampir ke kawasan Mberok juga bisa menjadi bagian dari perjalanan menyusuri Kota Lama Semarang. Setelah menikmati kawasan bersejarah, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berburu kuliner lokal.
Lokasi: kawasan Jembatan Mberok, Kota Semarang. Pastikan titik berjualan terbaru sebelum berkunjung.
4. Soto Bangkong, semangkuk soto ayam yang bertahan sejak 1950
Setelah mencicipi hidangan berbumbu kuat, wisata kuliner bisa dilanjutkan dengan soto ayam khas Semarang. Salah satu tempat yang dikenal luas adalah Soto Bangkong, yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kuliner kota ini.
Menurut situs resmi Soto Bangkong, usaha tersebut mulai dikenal sejak 1950 dan mempertahankan resep soto yang menjadi ciri khasnya.
Soto Bangkong menawarkan kuah bening dengan rasa gurih yang relatif ringan. Sajian soto ayam seperti ini cocok dinikmati saat sarapan maupun makan siang, terutama bagi pengunjung yang menginginkan hidangan berkuah hangat.
Soto juga dapat dilengkapi berbagai lauk pendamping, seperti sate-satean dan gorengan, sesuai pilihan yang tersedia. Kombinasi tersebut membuat pengalaman makan terasa lebih lengkap tanpa menghilangkan karakter utama soto.
Nama Bangkong sendiri berkaitan dengan kawasan tempat usaha ini berkembang, yakni perempatan Bangkong di Semarang. Seiring waktu, nama tersebut semakin dikenal sebagai salah satu identitas kuliner kota.
Soto Bangkong kini juga memiliki kanal pemesanan dan informasi layanan melalui situs resminya. Sebelum berkunjung, wisatawan dapat memeriksa informasi terbaru mengenai lokasi cabang dan layanan yang tersedia.
Lokasi: Ruko Bangkong Plaza, Jalan Brigjen Katamso Nomor 1, Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang.
Menjaga tradisi kuliner Semarang lewat satu kunjungan
Empat tempat makan ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Toko Oen membawa pengunjung menikmati tradisi restoran dan es krim klasik, Lumpia Gang Lombok memperkenalkan salah satu sajian khas Semarang, Nasi Goreng Babat Pak Karmin menawarkan olahan babat dengan bumbu kuat, sedangkan Soto Bangkong menyajikan soto ayam yang dikenal sejak puluhan tahun lalu.
Di balik perbedaan menu dan suasana, semuanya memperlihatkan bagaimana kuliner dapat menjadi bagian dari identitas sebuah kota. Resep, cara memasak, dan kebiasaan makan yang bertahan lintas generasi ikut membentuk pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Jika berencana berkunjung ke Semarang, empat tempat ini bisa menjadi titik awal untuk menjelajahi kekayaan kuliner lokal. Jangan lupa memeriksa informasi terbaru sebelum datang, lalu nikmati setiap sajian sesuai selera.