
KabarJawa.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah, warga masyarakat di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jogja diperkirakan akan mulai mendatangi beragam objek wisata air untuk tradisi Padusan.
Tradisi ini biasanya dilakukan tepat pada H-1 sebelum tanggal 1 Ramadhan menurut hitungan hisab kalender. Yang mana, kita akan dengan mudah melihat anak-anak muda hingga orang tua memadati pantai, kolam renang, hingga sungai-sungai yang jernih.
Namun, bagi Anda yang baru ingin mencoba mengikutinya, mungkin bakal terbesit pertanyaan besar yaitu soal jam berapakah sebenarnya waktu yang tepat untuk melakukan tradisi Padusan ini?
Waktu Pelaksanaan Tradisi Padusan
Berdasarkan penelusuran KabarJawa.com dari berbagai sumber resmi pemerintahan desa dan daerah, didapati bahwa tidak ada jam saklek atau aturan waktu yang kaku dalam pelaksanaan Padusan.
Misalnya, dalam laman resmi Pemerintah Desa Panggungharjo, disebutkan bahwa jam padusan bersifat insidentil, artinya menyesuaikan dengan kesempatan masing-masing individu di hari terakhir bulan Syaban tersebut.
Sumber tersebut juga mengungkap bahwa sebagian juga menafsirkan pelaksaannya jam sore, setelah sholat Ashar sampai sholat Maghrib.
Namun, jika melihat pada kebiasaan atau acara seremonial yang digelar pemerintah daerah, waktu pagi hari tergolong yang cukup umum dipilih.
Sebagai contoh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga melalui Instagram resmi @disbudparsala3 pernah mengumumkan bahwa pihaknya menggelar tradisi padusan yang dimulai pukul 06.00 WIB pagi hingga selesai.
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Boyolali, tepatnya di Umbul Ngabeyan Pengging. Berdasarkan catatan laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tradisi itu digelar “sedari pagi”.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa Padusan umumnya bisa dilakukan jam 06.00 pagi hingga sore hari. Tepatnya pada H-1 Ramadhan. Namun waktunya bersifat fleksibel.
Makna Tradisi sebelum Puasa Ramadhan
Terlepas dari jam berapa Anda “nyemplung” ke air, hal yang paling utama dari tradisi ini adalah esensinya. Padusan dilakukan oleh warga muslim dan muslimah dengan tujuan mulia, yaitu membersihkan diri secara lahiriah.
Berbagai sumber mengungkap bahwa tujuannya adalah melunturkan atau menghilangkan semua kotoran yang menempel di seluruh anggota badan.
Sehingga, ketika memasuki bulan puasa dan menjalankan ibadah di dalamnya, seseorang sudah dalam keadaan suci dan segar.
Filosofi air dalam Padusan juga disebut cukup penting. Syarat utamanya adalah air yang digunakan haruslah air yang suci dan mensucikan, yang biasanya identik dengan air mengalir atau sumber mata air alami. Ini menyimbolkan tekad untuk membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif sebelum memulai ibadah puasa.
Padusan Ideal di Mana?
Satu hal yang perlu diingat adalah Padusan tidak harus selalu identik dengan berdesak-desakan di tempat wisata.
Masih berdasarkan laman resmi Pemerintah Desa Panggungharjo, diketahui bahwa prinsipnya menyelenggarakan atau melakukan Padusan di mana saja tidak masalah, asalkan syarat airnya terpenuhi.
Itu artinya, masyarakat bisa memilih lokasi sesuai kenyamanan, mulai dari kolam renang umum, pantai, sungai, telaga, sendang, atau umbul yang banyak terdapat di sekitar kita.
Bahkan, disebutkan bahwa jika seseorang ingin suasana yang lebih khusyuk dan privat, melakukan Padusan di kamar mandi rumahnya masing-masing, asalkan niatnya benar untuk membersihkan diri menyambut bulan suci.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai jam biasanya masyarakat melaksanakan Padusan atau tradisi sebelum puasa Ramadhan.***