Gelar UMK Academy, Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Ekspor

Bagikan :
UMK Academy/Foto: ef linangkung

KABARJAWA– Pertamina kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas.

Melalui gelaran UMK Academy, Pertamina membuka ruang pembelajaran, pendampingan, sekaligus jejaring bagi para mitra binaan maupun pelaku UMKM nonbinaan yang siap berkembang.

Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan dasar, melainkan diarahkan menuju skala bisnis yang lebih besar. Bahkan, beberapa peserta sudah mampu menembus pasar ekspor berkat dorongan berkelanjutan dari Pertamina.

Peran Pertamina dalam UMK Academy

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa Pertamina hadir bukan sekadar menyalurkan modal, melainkan juga berperan sebagai katalisator yang mempercepat pertumbuhan UMKM.

“Pertamina mengembangkan bisnis UMKM melalui pelatihan-pelatihan. Tujuannya supaya mereka bisa naik kelas dibandingkan sebelumnya. Kami juga memberikan eksposur lebih luas agar mereka tidak hanya terkumpul di pasar yang sama, tapi bisa berbagi dan bertumbuh bersama,” ujar Taufiq.

Menurut Taufiq, UMK Academy tidak hanya diikuti oleh mitra binaan Pertamina, melainkan juga UMKM lain yang memenuhi syarat.

Baca juga  Justin Hubner Promosi Parfum dan Bikin Warganet Salah Fokus ke Model Cewek

Pertamina membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang sudah memiliki legalitas, sertifikasi halal, hingga potensi produk siap ekspor.

Gelaran UMK Academy kali ini berlangsung di Yogyakarta dengan 30 peserta, mayoritas berasal dari wilayah Jogja dan Solo. Sebagian hadir secara offline, sementara lainnya bergabung melalui jalur online.

Sebelumnya, kegiatan serupa sudah berjalan di Solo dan mendapat antusiasme tinggi. Kini giliran Jogja yang menjadi panggung bagi para pelaku UMKM untuk mengasah kemampuan, memperluas relasi, serta membuka jalan menuju pasar yang lebih besar.

Taufiq mengungkapkan bahwa banyak kisah inspiratif lahir dari UMKM binaan Pertamina. Ia mencontohkan salah satu pelaku usaha yang awalnya hanya memanfaatkan bantuan modal untuk membeli mesin kecil.

Berkat konsistensi, kini pelaku UMKM tersebut sudah memiliki mesin berskala pabrikan bahkan dua kebun besar untuk menanam bahan baku produksinya.

“Potensinya luar biasa. Dari usaha kecil, sekarang mereka sudah mampu berdiri di skala pabrikan. Bahkan ada beberapa yang berhasil tembus ekspor,” kata Taufiq.

Kisah sukses tersebut membuktikan bahwa dukungan Pertamina tidak berhenti pada modal awal. Melalui pendampingan berkelanjutan, para UMKM binaan diarahkan untuk tumbuh berkesinambungan.

Baca juga  KUR BTN 2025 Belum Cair ke Rekening? Ketahui Penyebab dan Solusinya

Menuju Pasar Ekspor dan Pengadaan Pemerintah

Pertamina menyadari bahwa peluang ekspor menjadi salah satu pintu besar bagi UMKM untuk naik kelas. Oleh karena itu, Pertamina secara khusus menghadirkan pelatihan legalitas dan regulasi ekspor.

“Kami ingin peserta lebih familiar dengan dunia ekspor. Mereka harus tahu bagaimana prosedur, regulasi, hingga pengadaan pemerintah. Dengan begitu, mereka tidak hanya berhenti di pasar lokal, tetapi juga bisa menembus pasar internasional,” jelas Taufiq.

Harapan besar terletak pada UMK Academy. Program ini bertujuan agar UMKM mampu bertransformasi dari pelaku usaha kecil yang baru memiliki izin usaha rumah tangga, menuju pelaku ekspor yang profesional dengan standar internasional.

Sebagai BUMN, Pertamina menegaskan bahwa keberpihakannya pada UMKM bukan sekadar formalitas. Pertamina menyalurkan modal, mendampingi secara berkelanjutan, serta membuka akses jejaring bisnis.

“Ending dari semua ini adalah menaikkan kelas UMKM. Pertamina ingin pelaku usaha tidak hanya bertahan, tapi juga melesat hingga menembus pasar global,” tegas Taufiq. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid