Ekosistem Halal Indonesia Terus Berkembang, Peluang Partisipasi Terbuka Lebar bagi Kampus, UMKM, dan Generasi Muda

Bagikan :
Seminar Pengembangan Ekosistem Halal di UIN Sunan Kalijaga Kamis (4/6/2026)/Istimewa

KabarJawa.com – Gelombang perkembangan industri halal di Indonesia terus bergerak semakin cepat.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan halal, berbagai pihak kini berlomba mengambil peran untuk memperkuat ekosistem halal nasional.

Perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, komunitas edukasi, hingga pelaku industri kreatif mulai membangun kolaborasi besar demi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama industri halal dunia.

Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Imelda Fajriyati, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung percepatan ekosistem halal nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, peran kampus tidak hanya berhenti pada proses pendidikan, tetapi juga mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan industri halal di Indonesia.

“Kami berupaya menghadirkan kontribusi nyata melalui penguatan kurikulum, penelitian, hingga pemberdayaan masyarakat dalam bidang halal,” ujarnya, dalam Seminar Pengembangan Ekosistem Halal di UIN Sunan Kalijaga Kamis (4/6/2026)

Kampus Menjadi Pusat Lahirnya SDM Halal Indonesia

Imelda menjelaskan, UIN Sunan Kalijaga telah mengintegrasikan muatan halal dalam berbagai aktivitas akademik. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan kurikulum serta pembukaan program studi yang secara khusus mendalami industri halal.

Salah satu program unggulan yang telah berjalan adalah Program Magister dengan konsentrasi Kajian Industri dan Bisnis Halal yang kini memasuki angkatan keenam.

Selain itu, UIN Sunan Kalijaga juga mengembangkan program vokasi halal yang baru saja memperoleh asesmen dari kementerian terkait.

Tidak berhenti pada aspek pendidikan, kampus juga mendorong lahirnya berbagai penelitian yang mendukung perkembangan industri halal nasional.

Sebagai bagian dari kontribusi tersebut, Halal Center UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat publikasi ilmiah dan riset yang berkaitan dengan perkembangan teknologi, sistem jaminan produk halal, hingga inovasi industri halal yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Tiga Lembaga Strategis Menjadi Motor Penggerak Ekosistem Halal

Dalam ranah pengabdian kepada masyarakat, Halal Center UIN Sunan Kalijaga telah membangun tiga lembaga strategis yang kini menjadi tulang punggung pengembangan ekosistem halal.

Baca juga  Harga Bahan Pokok di Gunungkidul Turun Drastis saat Program MBG Libur, Pedagang Pasar Akui Penjualan Kembali Bergairah

Lembaga pertama adalah LP3H yang berdiri pada 2021. Lembaga ini menjadi salah satu LP3H pertama yang memperoleh mandat dari pemerintah untuk mendukung program sertifikasi halal nasional.

Saat ini, LP3H UIN Sunan Kalijaga memiliki lebih dari 3.500 pendamping proses produk halal yang aktif dan tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Lembaga kedua adalah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang telah berusia tiga tahun dan berhasil memperoleh status berkualifikasi utama.

Dengan capaian tersebut, LPH UIN Sunan Kalijaga tidak hanya melayani pemeriksaan halal di dalam negeri, tetapi juga mampu melakukan pemeriksaan terhadap klien dari luar negeri.

Lalu, lembaga ketiga adalah Lembaga Pelatihan Kerja yang mendapatkan lisensi untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan profesi halal, mulai dari penyelia halal, auditor halal, hingga berbagai kompetensi lain yang dibutuhkan industri.

Puluhan Ribu Sertifikat Halal Terbit dari Yogyakarta

Kontribusi nyata Halal Center UIN Sunan Kalijaga terlihat dari capaian program sertifikasi halal yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Imelda mengungkapkan, pihaknya telah menerbitkan sekitar 228 ribu sertifikat halal melalui berbagai program kemitraan bersama pemerintah, koperasi, UMKM, lembaga keuangan, dan berbagai institusi lainnya.

Selain itu, lebih dari 1.400 sumber daya manusia halal juga berhasil dilahirkan dan tersebar di seluruh Indonesia.

Bahkan, UIN Sunan Kalijaga telah berhasil menghadirkan kantin halal yang menjadi salah satu model pengembangan kawasan halal di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Imelda, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kampus memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia halal yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.

BSI Perkuat Ekosistem Halal Melalui Digitalisasi dan Keuangan Syariah

Komitmen memperkuat ekosistem halal juga datang dari sektor perbankan syariah.

Branch Manager Bank BSI Yogyakarta, Muhamad Syafiudin, menegaskan bahwa BSI hadir sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan industri halal nasional.

Lahir pada 2021, BSI kini tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dengan berbagai inovasi digital yang mendukung aktivitas ekonomi syariah.

Baca juga  Daftar KUR BRI 2025 Apa Perlu NPWP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Menurut Syafiudin, digitalisasi menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan ekosistem halal modern.

“Ekosistem halal tidak bisa berjalan tanpa dukungan teknologi digital. Karena itu kami terus mengembangkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.

BSI mengembangkan aplikasi mobile banking yang tidak hanya menyediakan layanan finansial, tetapi juga menghadirkan layanan sosial dan spiritual dalam satu platform.

Selain itu, BSI juga menyediakan berbagai solusi digital bagi pelaku UMKM agar mampu melakukan transaksi secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

Kontributor Zakat Terbesar Selama Lima Tahun Berturut-turut

Di tengah pertumbuhan bisnisnya, BSI juga menunjukkan komitmen besar dalam aspek sosial. Selama lima tahun berturut-turut, BSI tercatat sebagai salah satu kontributor zakat terbesar di Indonesia.

Melalui berbagai program sosial, bank syariah tersebut telah menyalurkan dana sosial yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Dana tersebut mendukung pengembangan UMKM, pembiayaan tanpa agunan, pendampingan usaha, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Syafiudin meyakini bahwa zakat dan dana sosial mampu menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ekosistem halal Indonesia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Edukasi Halal Indonesia, Roy Renwarin, menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar sertifikasi halal.

Menurutnya, Indonesia perlu membangun pemahaman halal secara menyeluruh atau holistik.

Roy mengingatkan bahwa halal tidak hanya berbicara mengenai produk yang telah bersertifikat, tetapi juga menyangkut transaksi, pembiayaan, manajemen usaha, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Kalau produknya halal, tetapi pembiayaannya masih menggunakan sistem yang tidak sesuai prinsip syariah, maka masyarakat perlu memahami aspek tersebut secara lebih luas,” ujarnya.

Karena itu, Yayasan Edukasi Halal Indonesia mulai mengembangkan konsep Halal Holistik yang mencakup lima pilar utama, mulai dari produk halal, transaksi halal, pembiayaan halal, manajemen halal, hingga dampak usaha yang halal.

Profesi Halal Menjadi Ladang Karier Masa Depan

Roy optimistis industri halal akan menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pihaknya mengembangkan berbagai jalur profesi baru melalui konsep Halal Specialist.

Baca juga  Cek Fakta, Heboh BLT BBM 2025 Cair April Rp600 Ribu, Apa Benar? Cek Dulu Info Berikut

Program tersebut mencakup berbagai sertifikasi profesi mulai dari pendamping halal, konsultan halal, auditor halal, supervisor halal, hingga berbagai profesi spesialis lainnya.

Menurut Roy, peluang kerja di sektor halal akan terus terbuka selama kebutuhan masyarakat terhadap produk halal masih ada.

“Selama masih ada bayi yang lahir dan masyarakat membutuhkan makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga jasa halal, maka industri halal akan terus berkembang,” tegasnya.

Digitalisasi Menjadi Senjata Baru Pengembangan Industri Halal

Pandangan serupa disampaikan Direktur PT Etos Kreatif Indonesia, Andik Buanaputra.

Ia menilai digitalisasi menjadi faktor utama yang mampu mempercepat penetrasi ekosistem halal ke tengah masyarakat.

Menurut Andik, era media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima informasi, termasuk edukasi mengenai halal.

Oleh karena itu, pendekatan digital harus menjadi strategi utama dalam membangun kesadaran publik.

Perusahaannya bahkan berhasil mengembangkan berbagai produk lokal berbasis digital marketing hingga mampu menembus pasar nasional dalam waktu relatif singkat.

Salah satu produk yang berhasil berkembang adalah produk susu kambing herbal yang melibatkan peternak lokal, talenta digital, pelaku UMKM, serta jaringan distribusi nasional.

“Kami tidak hanya membangun bisnis, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan petani, peternak, UMKM, kreator digital, hingga konsumen dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan,” katanya.

Perkembangan ekosistem halal saat ini menunjukkan satu fakta penting. Industri halal bukan lagi sekadar urusan sertifikat atau label pada kemasan produk.

Ekosistem halal telah tumbuh menjadi gerakan besar yang menyentuh dunia pendidikan, ekonomi, keuangan, teknologi, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia. Perbankan menyediakan dukungan pembiayaan dan digitalisasi. Lembaga edukasi membangun literasi.

Dunia usaha menghadirkan inovasi dan pasar. Seluruh elemen tersebut bergerak menuju satu tujuan yang sama, yakni menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional