
KabarJawa.com – Kredit Usaha Rakyat (KUR) sering kali menjadi program yang dijadikan andalan para para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya mereka yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
Melalui program ini, pelaku usaha bisa memperoleh pembiayaan dengan suku bunga rendah, tenor panjang, serta proses pengajuan yang lebih mudah dibandingkan dengan pinjaman komersial lainnya.
Program KUR terus dijalankan setiap tahun dengan menggandeng berbagai lembaga keuangan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah agar pelaku UMKM, baik di perkotaan maupun pedesaan, memiliki akses modal yang adil dan berkelanjutan untuk mengembangkan bisnisnya.
Dukungan Pemerintah dan Prinsip Kehati-hatian
Pemerintah Indonesia menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan program KUR. Melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penyaluran kredit ini terus diawasi agar berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Selain itu, program KUR juga memiliki sistem penjaminan yang kuat, sehingga risiko kredit dapat diminimalisir dan kepercayaan antara pihak bank serta nasabah dapat terjaga.
Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan modal benar-benar disalurkan kepada pelaku usaha yang produktif dan berpotensi tumbuh.
Keunggulan Program KUR
Kredit Usaha Rakyat menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku UMKM karena memiliki sejumlah keunggulan.
Pertama, bunga pinjaman yang jauh lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Kedua, tenor atau jangka waktu pelunasan yang panjang sehingga cicilan lebih ringan.
Ketiga, proses pengajuan yang relatif cepat dan mudah. Keempat, plafon kredit yang bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Terakhir, program ini didukung langsung oleh pemerintah sehingga lebih terpercaya dan aman.
Daftar 42 Bank Penyalur KUR 2025
Berdasarkan data resmi dari situs program KUR, terdapat 42 lembaga keuangan yang ditetapkan sebagai penyalur resmi KUR tahun 2025. Berikut daftar lengkapnya:
- BRI
- Bank mandiri
- BNI
- BTN
- BCA
- Bank Bukopin
- Bank Maybank Indonesia
- Bank Sinarmas
- Bank Permata
- BTPN
- OCBC NISP
- Bank Artha Graha Internasional
- BRI Syariah
- BRI Agroniaga
- Bank Natinoalnobu
- Bank Mandiri Taspen
- BNI Syariah
- Bank Mandiri Syariah
- BPD Bali
- BPD Kalbar
- BPD DIY
- BPD Sulselbar
- BPD Sumut
- BPD Sumbar (Bank Nagari)
- BPD Sumsel Babel
- BJB
- BPD Kalsel
- BPD Riau Kepri
- BPD Lampung
- BPD Papua
- BPD Bengkulu
- BPD Kaltimtara
- BPD Jambi
- BPD Jateng
- BPD Sultra
- BPD Kalteng
- BPD SulutGo
- BPD Jatim
- Internusa Tribuana Citra Multi Finance
- Koperasi Obor Mas
- Kospin Jasa
- KSP Guna Prima Dana
Selain itu, sebenarnya ada pula Bank NTB Syariah, Indosurya Inti Finance, BPD NTT, dan First Indo American Leasing. Akan tetapi, beberapa pihak tersebut saat ini tidak aktif dalam penyaluran KUR.
Cara Mengajukan KUR 2025
Untuk mendapatkan pembiayaan KUR, pelaku usaha dapat langsung datang ke kantor cabang salah satu bank penyalur terdekat. Bawa dokumen pendukung seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
Setelah itu, calon debitur akan melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan usaha oleh pihak bank.
Selain datang langsung, beberapa bank kini juga menyediakan pengajuan KUR secara daring melalui situs resmi masing-masing. Hal ini memudahkan pelaku UMKM untuk mengajukan pembiayaan tanpa harus antre di kantor cabang.
Ada 42
Jadi kesimpulannya, berdasarkan data terbaru, ada 42 bank penyalur KUR 2025 yaitu BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BCA. Selain itu ada pula bank lain seperti yang sudah disebutkan di atas.
Dengan segala keunggulannya, kini diketahui pula bahwa program ini menyasar UMKM yang membutuhkan modal besar dengan cicilan ringan.
Dan bagi siapapun yang ingin mengajukannya, maka cara paling mudahnya adalah datang langsung ke bank penyalur program ini.***