
Kabarjawa – Paskah merupakan salah satu perayaan terpenting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Momen ini diperingati untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat-Nya, yang menjadi dasar iman bagi umat Katolik dan Kristen Protestan.
Di Surabaya, suasana jelang Paskah terasa begitu semarak. Gereja-gereja mulai sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan rohani dan ibadah yang khas. Dua gereja yang mencerminkan keunikan ini adalah Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) dan GKI Diponegoro Surabaya.
Persiapan Paskah di Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya
Sebagai salah satu gereja tertua di Surabaya yang telah berdiri sejak tahun 1920, Katedral HKY memegang peranan penting dalam berbagai perayaan besar umat Katolik.
Menjelang Paskah, gereja ini melakukan persiapan intensif sejak Februari. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembentukan panitia, pembagian seksi pelayanan, hingga pendampingan umat secara rohani.
Rangkaian kegiatan rohani dimulai dari masa Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang sudah dimulai sejak Rabu Abu pada 5 Maret 2025.
Selama masa ini, umat Katolik menjalani pembinaan iman melalui komunitas kecil, yang membantu memperdalam pemaknaan akan pertobatan dan spiritualitas.
Khusus di Katedral HKY, karena merupakan tahta uskup, terdapat prosesi istimewa seperti pemberkatan minyak krisma dan pembaruan janji imamat yang diikuti seluruh imam dari Keuskupan Surabaya.
Selain itu, misa Paskah di tempat ini diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan jemaat, dengan kapasitas gereja yang bisa menampung hingga 2.500 orang sekali ibadah.
Persiapan Paskah di GKI Diponegoro Surabaya
Tak kalah meriah, GKI Diponegoro Surabaya juga menggelar berbagai kegiatan menyambut Paskah dengan nuansa khas gereja Kristen Protestan.
Persiapan sudah dimulai sejak Rabu Abu dan dilanjutkan dengan perayaan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah.
Salah satu yang menarik adalah ibadah intergenerasi saat Minggu Palma, di mana anak-anak, remaja, pemuda, dan jemaat umum beribadah bersama dalam satu momen penuh kebersamaan. Biasanya, ibadah di GKI Diponegoro dilaksanakan secara kategorial atau berdasarkan kelompok usia.
Pada Kamis Putih, digelar prosesi pembasuhan kaki yang menjadi simbol kerendahan hati dan kasih Kristus. Tidak hanya itu, ibadah diwarnai dengan drama serial yang menggambarkan perjalanan pertobatan umat menuju kebebasan dari dosa, sebagai cara mendalam untuk menghayati makna Paskah.
Perayaan Paskah di Surabaya mencerminkan keberagaman dan kekayaan tradisi umat Kristiani. Baik di Katedral HKY maupun GKI Diponegoro, masing-masing gereja memiliki cara unik untuk mengungkapkan sukacita dan penghayatan terhadap pengorbanan serta kebangkitan Yesus Kristus.
Meski berbeda dalam bentuk dan nuansa perayaan, esensinya tetap sama—merayakan kasih Tuhan yang begitu besar bagi umat manusia.
Semoga damai dan sukacita Paskah membawa terang dan harapan baru dalam kehidupan kita semua. Selamat menyambut Paskah!(Kabarjawa)