
Kabarjawa – Renungan Injil, Memasuki Hari Selasa Pekan V Prapaskah pada tanggal 8 April 2025, umat Katolik diajak untuk semakin mendalami makna pertobatan dan iman sejati kepada Allah. Hari ini juga diperingati Santo Redemptus de Ferento, seorang uskup dan pengaku iman, serta Santo Edesius, seorang martir.
Dalam perayaan liturgi yang menggunakan warna ungu ini, kita diajak untuk merenungkan pentingnya iman yang hidup dan menyelamatkan, sebagaimana digambarkan dalam bacaan-bacaan suci hari ini.
Bacaan Liturgi dan Maknanya
Bacaan Pertama: Bilangan 21:4-9
Umat Israel yang sedang dalam perjalanan mulai mengeluh kepada Allah dan Musa. Dalam ketidaksabaran dan rasa lelah, mereka meragukan maksud Tuhan yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Tuhan pun mengizinkan ular-ular tedung memagut mereka sebagai akibat dari ketidakpercayaan mereka.
Namun, ketika mereka bertobat, Allah memberikan jalan penyembuhan: Musa membuat ular tembaga yang harus dipandang oleh siapa pun yang terpagut agar tetap hidup.
Makna dari kisah ini sangat kuat. Ini adalah gambaran tentang bagaimana iman dan ketaatan terhadap perintah Tuhan dapat menjadi jalan keselamatan bahkan dalam situasi penuh penderitaan.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 102:2-3.16-18.19-20
Mazmur ini merupakan seruan hati orang yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Dalam kesesakan dan penderitaan, umat diajak untuk percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya sendirian. Ia mendengarkan doa orang yang tulus dan berseru kepada-Nya.
Bacaan Injil: Yohanes 8:21-30
Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan jati diri-Nya sebagai Anak Manusia yang diutus oleh Bapa. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang tidak percaya kepada-Nya akan mati dalam dosanya.
Orang-orang yang mendengar-Nya, termasuk orang Yahudi yang tidak menerima-Nya, salah memahami maksud Yesus. Namun Yesus dengan jelas mengatakan bahwa saat Ia “ditinggikan”, barulah orang akan tahu siapa Dia sebenarnya.
Momen “meninggikan” ini menunjuk pada salib — pengorbanan Yesus sebagai bentuk kasih dan ketaatan sempurna kepada Allah Bapa.
Renungan: Iman yang Menyelamatkan
Renungan hari ini mengajarkan bahwa mengenal Yesus saja tidak cukup. Kita diundang untuk memiliki iman yang hidup dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. Ketika kita percaya, kita akan berusaha mengenal kehendak-Nya dan menaatinya dalam hidup sehari-hari.
Yesus tidak datang untuk sekadar menjadi panutan moral, tetapi untuk membawa keselamatan kekal. Ia adalah utusan Bapa yang menyertai dan membimbing kita. Dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk kembali kepada-Nya dengan hati yang bertobat dan penuh iman.
Orang Yahudi waktu itu gagal melihat siapa Yesus sesungguhnya karena hati mereka tertutup oleh dosa dan prasangka. Namun firman Tuhan hari ini memberi harapan: siapa pun yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan dan tidak mati dalam dosanya.
Bacaan liturgi Katolik pada hari Selasa, 8 April 2025, mengajak kita untuk memperbarui iman dan pertobatan sejati dalam masa Prapaskah.
Seperti umat Israel yang diselamatkan karena memandang ular tembaga dengan iman, demikian juga kita diselamatkan karena memandang Yesus dengan iman yang sungguh.
Marilah kita terus membuka hati untuk menerima kasih dan keselamatan dari Tuhan, menjadikan Yesus pusat hidup, dan melangkah bersama-Nya setiap hari.
Doa Penutup
Ya Allah, sumber segala kebaikan, tuntunlah kami agar semakin teguh dalam mengabdi-Mu. Tambahkanlah iman kami, dan jadikanlah kami alat kasih dan kebaikan di tengah dunia. Dengan pengantaraan Putra-Mu terkasih, Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.(Kabarjawa)