
Kabar Jawa – Dalam budaya Jawa, terdapat satu jenis bunga yang dipandang sakral, dipercaya membawa berkah, keberuntungan, bahkan simbol kekuasaan.
Bunga ini adalah Wijayakusuma, atau yang dikenal pula sebagai “bunga dewa”. Kepercayaan terhadap keistimewaan bunga ini tumbuh subur di kalangan masyarakat, terutama di daerah Yogyakarta dan Surakarta, dan masih lestari hingga kini sebagai bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna filosofis.
Keindahan dan Keunikan Bunga Wijayakusuma
Bunga wijayakusuma memiliki nama ilmiah Epiphyllum oxypetalum. Tumbuhan ini merupakan jenis kaktus epifit yang berasal dari wilayah tropis di Meksiko dan Brasil.
Di luar negeri, bunga ini memiliki banyak sebutan seperti queen of the night, lady of the night, dan dutchman’s pipe cactus karena karakteristik mekarnya yang hanya terjadi di malam hari.
Salah satu keistimewaan bunga ini adalah kemunculannya yang langka dan hanya mekar di waktu tertentu, yaitu antara pukul delapan malam hingga dini hari, dan kemudian layu sebelum matahari terbit.
Proses mekarnya yang dramatis ini menjadi alasan mengapa bunga ini begitu disakralkan, karena ia tampil indah sekejap, lalu menghilang – ibarat simbol kehidupan yang singkat namun penuh makna.
Bentuk kelopaknya menyerupai bintang, berwarna putih bersih, dan memiliki ukuran cukup besar, dengan panjang mencapai 28 sentimeter dan lebar sekitar 13 sentimeter.
Uniknya lagi, batang tanaman ini juga berfungsi menyerupai daun, membuat tampilannya semakin berbeda dari bunga pada umumnya.
Asal Usul Nama dan Makna Simbolis
Nama wijayakusuma berasal dari bahasa Jawa Kuno. “Wijaya” berarti kemenangan atau kejayaan, sementara “kusuma” berarti bunga.
Jika digabungkan, wijayakusuma dapat dimaknai sebagai “bunga kejayaan”, menjadikannya simbol kekuasaan dan kemenangan.
Dalam literatur pewayangan, bunga ini bahkan dianggap memiliki kekuatan magis untuk menghidupkan orang mati – sebuah metafora atas harapan, keabadian, dan kemuliaan.
Dalam ajaran spiritual masyarakat Jawa, bunga ini tidak hanya memiliki daya tarik secara estetika, namun juga diyakini sebagai pembawa berkah.
Ada kepercayaan bahwa siapa pun yang menemukan bunga wijayakusuma yang mekar secara alami pada malam hari akan mendapatkan keberuntungan besar.
Misalnya, dipercaya bahwa pasangan suami istri yang menyaksikan bunga ini mekar akan segera diberi keturunan.
Di sisi lain, mereka yang memelihara bunga ini di rumah diyakini akan dimudahkan dalam urusan jodoh dan rezeki.
Tradisi Raja Jawa dan Bunga Wijayakusuma
Kepercayaan terhadap bunga wijayakusuma tak lepas dari sejarah keraton-keraton Jawa. Dalam kepercayaan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, bunga ini menjadi simbol kebangsawanan.
Seorang raja bahkan dipercaya tidak sah naik tahta jika belum memiliki bunga wijayakusuma sebagai bagian dari pusaka keraton.
Bunga ini dianggap sebagai perlambang dari pribadi raja yang unggul, baik dalam hal spiritual maupun moral.
Menariknya, tidak semua orang dapat memetik bunga ini saat mekar. Dulu, raja akan mengutus orang-orang khusus yang telah melalui proses spiritual seperti meditasi dan penyucian diri untuk mengambil bunga ini.
Rute perjalanan spiritual tersebut bahkan dikenal panjang dan sakral, melewati daerah seperti Kartasura, Boyolali, Magelang-Temanggung, hingga ke Cilacap, sebelum menyeberang ke Pulau Karangbandung—yang konon dipercaya sebagai lokasi berubahnya pusaka bunga keramat dari Kerajaan Dwarawati milik Batara Kresna menjadi pohon batu.
Sayangnya, tradisi ini perlahan menghilang seiring berjalannya waktu. Setelah tahun 1894, ritual pemetikan bunga wijayakusuma oleh para bangsawan tak lagi dilakukan, dan kini hanya tersisa dalam bentuk cerita turun-temurun yang menjadi bagian penting dalam kebudayaan Jawa.
Kepercayaan Global atas Keberuntungan Wijayakusuma
Meskipun akar kepercayaan ini berasal dari budaya Jawa, ternyata mitos tentang bunga wijayakusuma sebagai pembawa keberuntungan juga berkembang di berbagai negara.
Di Tiongkok, bunga ini dikenal dengan nama Tan Hua dan dipercaya sebagai pertanda datangnya keberuntungan besar.
Bahkan dalam novel populer Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan, bunga ini turut disebut sebagai simbol eksklusif dan berkelas.
Sementara di India, melihat bunga ini mekar diyakini sebagai pertanda keberkahan dan kemakmuran dalam kehidupan.
Di beberapa tempat, proses mekarnya bunga wijayakusuma dianggap sebagai momen spiritual dan sakral yang membawa kedamaian batin bagi siapa pun yang menyaksikannya secara langsung.
Khasiat Medis Wijayakusuma yang Tersembunyi
Selain nilai budaya dan spiritual, bunga wijayakusuma juga menyimpan potensi dalam dunia medis. Berdasarkan sejumlah penelitian ilmiah, tanaman ini diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dari bagian daunnya. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan bunga wijayakusuma:
1. Menyembuhkan Luka Kaki Akibat Diabetes
Penelitian dari Universitas Muhammadiyah oleh Prof. Dr. Hamka menunjukkan bahwa salep yang terbuat dari ekstrak daun wijayakusuma efektif dalam menyembuhkan luka ulkus diabetikum, khususnya karena adanya kandungan antimikroba yang dapat melawan bakteri Staphylococcus aureus.
2. Potensi Antivirus Zika
Daun bunga ini juga diteliti memiliki senyawa yang mampu melawan virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Meskipun masih perlu kajian lebih lanjut, temuan ini membuka peluang pemanfaatan dalam pengobatan modern.
3. Senyawa Antikanker
Studi dari Naik dan Naikwade pada tahun 2021 menemukan bahwa ekstrak daun wijayakusuma mengandung senyawa aktif seperti fenolik dan diterpena yang berpotensi digunakan dalam terapi antikanker serta sebagai antioksidan dan antibiotik alami.
4. Mengatasi Gangguan Tidur dan Kecemasan
Di beberapa budaya, teh dari bunga ini dikonsumsi untuk meredakan insomnia dan memberikan efek rileks. Penelitian juga mendukung bahwa tanaman ini dapat membantu meredakan kecemasan ringan hingga sedang.
5. Pereda Nyeri Alami
Secara tradisional, ekstrak bunga ini digunakan untuk meredakan berbagai jenis nyeri, mulai dari nyeri sendi, sakit kepala, hingga nyeri haid.
Kandungan seperti flavonoid, tanin, hingga alkaloid diyakini menjadi penyebab efek analgesik yang dimilikinya.
Bunga wijayakusuma bukan sekadar tanaman hias yang memesona, melainkan juga simbol penuh makna dalam budaya Jawa dan sejumlah masyarakat dunia.
Mitos dan legenda yang melekat padanya mencerminkan betapa kuatnya hubungan manusia dengan alam dan simbol-simbol spiritual di sekitarnya.
Meskipun sebagian besar kepercayaan terkait bunga ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah, keberadaannya tetap dihargai, baik sebagai pusaka budaya maupun sebagai tumbuhan dengan segudang potensi.
Dengan segala keistimewaannya, tidak mengherankan jika bunga wijayakusuma tetap menjadi sosok yang dihormati dalam budaya Indonesia, sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam seni, sastra, dan kehidupan sehari-hari.
***