
KABAR JAWA – Jawa itu gak cuma terkenal dengan alamnya yang indah atau makanannya yang enak.
Pulau ini juga punya sejarah panjang soal kerajaan-kerajaan besar yang dulunya pernah berjaya.
Walaupun udah gak ada raja yang berkuasa seperti dulu, jejak-jejaknya masih bisa kamu rasain sampai sekarang.
Dari peninggalan bangunan, adat, bahasa, sampai pola pikir orang-orangnya. Semua itu kayak warisan yang nempel dan ikut membentuk kebudayaan Jawa hari ini.
Kerajaan Mataram Kuno dan Candi-Candinya
Mataram Kuno pernah jadi kerajaan besar di Jawa Tengah. Salah satu peninggalan terkenalnya ya Candi Prambanan.
Candi ini bukan cuma tempat wisata, tapi juga bukti betapa majunya arsitektur dan seni pada masa itu.
Selain Prambanan, ada juga Candi Plaosan, Kalasan, dan masih banyak lagi di sekitar Yogyakarta dan Klaten.
Sekarang, tempat-tempat itu masih sering dipakai buat acara budaya atau keagamaan. Jadi bukan cuma jadi spot foto, tapi juga tempat yang punya nilai sejarah tinggi.
Majapahit yang Jadi Simbol Kejayaan Nusantara
Majapahit dikenal sebagai kerajaan besar yang wilayahnya sampai ke luar Jawa. Pusatnya ada di Trowulan, Mojokerto.
Sekarang kamu masih bisa lihat reruntuhan kota kunonya, pintu gerbang, dan kolam pemandian yang dulunya dipakai keluarga kerajaan.
Budaya Majapahit juga hidup dalam bentuk cerita rakyat, sastra, dan cara berpikir soal persatuan. Bahkan istilah Bhinneka Tunggal Ika itu berasal dari kitab Sutasoma yang ditulis zaman Majapahit.
Kerajaan Demak dan Penyebaran Islam
Demak dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Sampai sekarang, Masjid Agung Demak masih berdiri dan jadi salah satu simbol penyebaran Islam di Jawa Tengah.
Masjid ini punya arsitektur unik, atap tumpangnya khas banget. Di sana juga ada makam para wali yang sering dikunjungi orang buat ziarah.
Pengaruh dari masa itu masih terasa kuat di budaya masyarakat pesisir utara Jawa, yang penuh dengan tradisi bernuansa Islam.
Kasultanan Yogyakarta dan Surakarta yang Masih Ada
Kalau yang ini sih masih berdiri sampai sekarang. Walaupun udah gak berkuasa secara politik, tapi Sultan di Jogja dan Sunan di Solo masih dihormati.
Istana atau keratonnya juga masih aktif. Di Jogja, Keraton sering buka untuk umum, lengkap dengan abdi dalem yang masih pakai pakaian adat.
Upacara-upacara adat seperti Grebeg dan Sekaten masih rutin digelar. Budaya keraton ini ikut membentuk karakter masyarakat Jawa yang santun, halus, dan penuh tata krama.
Walaupun udah lewat ratusan tahun, kerajaan-kerajaan kuno di Jawa ninggalin jejak yang gak mudah hilang.***