Mengungkap Sejarah Candi Jago: Peninggalan Megah Kerajaan Singasari di Malang

Bagikan :

Kabarjawa Sejarah Candi Jago, atau yang juga dikenal sebagai Candi Tumpang, merupakan salah satu situs bersejarah yang kaya akan nilai budaya dan agama di Jawa Timur. Terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, candi ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Singasari. Artikel ini akan mengupas sejarah, arsitektur, dan daya tarik dari Candi Jago yang penuh makna.

Sejarah Candi Jago: Peninggalan Agung Kerajaan Singasari

Nama asli Candi Jago adalah Jajaghu, yang berarti keagungan, sebagaimana tercatat dalam Kitab Negarakertagama dan Pararaton. Istilah ini merujuk pada tempat suci yang dibangun sebagai tanda penghormatan. Candi ini pertama kali ditemukan oleh peneliti Belanda pada tahun 1834.

Pembangunan Candi Jago dimulai pada tahun 1268 M dan selesai sekitar tahun 1280 M. Raja Kartanegara, penguasa Singasari, membangun candi ini untuk mengenang ayahandanya, Raja Sri Jaya Wisnuwardhana, raja keempat Singasari. Pemugaran candi juga tercatat dilakukan pada tahun 1343 M oleh Raja Adityawarman dari Melayu, yang memiliki hubungan darah dengan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit.

Baca juga  Mitos Alasan Sultan Jogja Tak Boleh Lewati Plengkung Gading Ketika Masih Hidup, Apa Sebabnya?

Arsitektur Unik Candi Jago

Candi Jago memiliki ciri khas arsitektur yang menghadap ke arah barat. Bangunan ini berdiri di atas batu setinggi satu meter dan terdiri dari tiga teras bertingkat. Semakin tinggi terasnya, semakin kecil ukurannya, menciptakan kesan megah sekaligus harmonis. Pada lantai pertama dan kedua, terdapat selasar yang memungkinkan pengunjung untuk mengelilingi candi.

Ruang utama atau garba ghra terletak sedikit bergeser ke belakang. Hingga kini, reruntuhan Candi Jago belum dipugar untuk menjaga keasliannya. Struktur bangunannya berbentuk segi empat dengan luas 23×14 meter, sementara atapnya telah hilang sehingga ketinggian pastinya sulit dipastikan. Namun, diperkirakan tingginya mencapai sekitar 15 meter.

Relief Candi Jago: Cerita dalam Ukiran

Hampir seluruh bagian candi dipenuhi panel relief yang terukir dengan indah dari kaki hingga dinding ruangan teratas. Relief ini menggambarkan beragam cerita, sebagian besar terkait dengan konsep pelepasan dan penghormatan terhadap kepergian. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Candi Jago dibangun untuk mengenang wafatnya Raja Sri Jaya Wisnuwardhana.

Baca juga  Kelenteng Cu An Kiong di Lasem: Jejak Sejarah yang Layak Menjadi Cagar Budaya Nasional

Fasilitas dan Akses Menuju Candi Jago

Candi Jago terletak sekitar 22 kilometer dari Kota Malang, tepatnya di Dusun Jago, Desa Tumpang. Pengunjung dapat menikmati situs bersejarah ini tanpa dikenakan biaya tiket masuk. Candi Jago buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.

Fasilitas di kawasan candi cukup memadai, termasuk toilet, warung makan, area parkir, gazebo, dan penginapan. Pengunjung juga dapat menikmati suasana tenang dan pemandangan indah di sekitar candi, menjadikannya destinasi wisata sejarah yang ideal.

Warisan Sejarah yang Tak Ternilai

Candi Jago bukan sekadar peninggalan arkeologi, tetapi juga simbol keagungan Kerajaan Singasari dan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi pada masanya. Dengan arsitektur unik, relief penuh makna, dan lokasi strategis, candi ini menjadi tempat yang layak dikunjungi untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.

Jadi, jika Anda mencari destinasi wisata yang memadukan keindahan sejarah dan keagungan masa lalu, Candi Jago di Tumpang, Malang, adalah pilihan yang tepat.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya