Mengenal Lebih Dekat Asal-usul Jalan Colombo Jogja yang Legendaris

Bagikan :
Ada sejarah penjang di balik penamaan Jalan Colombo, berikut asal-usulnya, foto ilustrasi (Pexels// Steven Arenas)

KABAR JAWA – Nama Jalan Colombo sudah cukup akrab di telinga masyarakat Yogyakarta, terutama para mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Jalan yang berada di wilayah Depok, Kabupaten Sleman ini bukan sekadar jalur penghubung atau penanda lokasi kampus, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang penting.

Di balik nama Colombo, rupanya peristiwa internasional yang melibatkan Yogyakarta sebagai tuan rumah dan menjadikannya bagian dari sejarah dunia.

Dari Jalan Kampus Menjadi Nama Legendaris

Sehari-hari, Jalan Colombo terlihat begitu sibuk. Mahasiswa hilir mudik, warung makan berjejer di sepanjang jalan, dan suasana selalu ramai dengan aktivitas anak muda.

Namun, tidak banyak yang benar-benar mengetahui bahwa penamaan jalan ini erat kaitannya dengan sebuah konferensi internasional yang pernah berlangsung di Yogyakarta pada tahun 1959.

Latar Belakang Penamaan Jalan Colombo

Asal-usul nama ini berawal dari Konferensi Colombo Plan, sebuah forum besar yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik untuk membicarakan kerja sama sosial dan ekonomi.

Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Colombo Plan ke sebelas yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 14 November 1959.

Baca juga  Jadwal dan Syarat Pemutihan Pajak Kendaraan Jogja 2025: Kesempatan Lunasi Pajak Tanpa Denda

Pada masa itu, Daerah Istimewa Yogyakarta masih dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX bersama Paku Alam VIII.

Keduanya tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga menjabat sebagai ketua dan wakil ketua panitia konferensi. Kehadiran mereka memperlihatkan betapa pentingnya acara ini, baik bagi Indonesia maupun dunia.

Apa Itu Colombo Plan?

Colombo Plan merupakan organisasi antarpemerintah yang dibentuk pada tahun 1951. Awalnya, organisasi ini digagas oleh negara-negara Persemakmuran Inggris, di antaranya Inggris, India, Australia, Selandia Baru, Kanada, Sri Lanka, dan Pakistan.

Tujuan utamanya adalah memperkuat kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi, sosial, serta pembangunan sumber daya manusia.

Ketika konferensi kesebelas diadakan di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta, forum ini menjadi momentum penting.

Yogyakarta pun tercatat dalam sejarah internasional sebagai tempat lahirnya sejumlah keputusan besar yang membawa dampak luas.

Keputusan Penting dalam Konferensi Colombo Plan XI

Berdasarkan catatan resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat beberapa keputusan penting yang lahir dari forum tersebut.

Baca juga  Geger Sepehi: Sejarah Kelam Penjarahan Kraton Yogyakarta dari Pasukan Inggris

Beberapa di antaranya adalah penghapusan istilah negara donor dan negara penerima bantuan, penggunaan semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan resmi Colombo Plan, serta perpanjangan masa kerja organisasi hingga tahun 1966.

Selain itu, forum juga memutuskan Jepang sebagai tuan rumah konferensi berikutnya pada tahun 1960.

Peringatan sepuluh tahun berdirinya Colombo Plan juga diputuskan untuk dilaksanakan pada Januari 1960.

Semua hasil konferensi ini menunjukkan bahwa Yogyakarta berhasil menjadi ruang pertemuan strategis yang membawa manfaat nyata bagi kerja sama internasional.

Dampak Positif bagi Indonesia

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam Colombo Plan memberikan keuntungan besar. Bangsa Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menerima bantuan berupa investasi asing yang mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Salah satu manfaat yang paling terasa adalah terbukanya akses beasiswa pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

Selain itu, Indonesia juga menerima dukungan di bidang pertanian, telekomunikasi, hingga sektor industri.

Lokasi Konferensi dan Fasilitas Pendukung

Konferensi Colombo Plan XI digelar di Gedung Pantja Dharma yang kini dikenal sebagai Gedung Vokasi Universitas Gadjah Mada.

Baca juga  Tradisi Nasi Berkat di Jawa: Dari Hajatan Desa sampai Jadi Nostalgia Mahasiswa Rantau

Antusiasme masyarakat dan pemerintah daerah sangat tinggi. Bahkan, demi kelancaran acara, dibangun berbagai fasilitas baru seperti perumahan, kolam renang, hingga lapangan tenis di kawasan Demangan.

Tidak hanya itu, sebuah jalan juga dibuat untuk menghubungkan kawasan penginapan menuju Gedung Pantja Dharma.

Jalan inilah yang kemudian diberi nama Jalan Colombo, sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan peristiwa bersejarah tersebut.

Berasal dari Nama Peristiwa

Jadi kesimpulannya, asal-usul Jalan Colombo Jogja diambil dari peristiwa Konferensi Colombo Plan XI.

Forum ini kemudian menimbulkan banyak dampak positif, sehingga pemerintah setempat memeberikan nama Jalan Colombo untuk mengenang peristiwa tersebut.

Kini, diketahui Jalan Colombo tidak hanya berfungsi sebagai akses penting bagi mahasiswa dan warga sekitar, tetapi juga menjadi simbol peristiwa internasional yang pernah berlangsung di Yogyakarta.

Hingga pada akhirnya, jalan ini bakal mengingatkan kita bahwa kota pelajar tidak hanya dikenal karena kehidupan akademiknya, melainkan juga karena pernah menjadi saksi diplomasi dunia.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya