Mengenal Apa Itu Lebaran Ketupat 2026, Sejarah dan Filosofi di Baliknya

Bagikan :
Ilustrasi sejarah asal-usul Lebaran Ketupat dan makna filosofinya (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Jika kita berbicara mengenai tradisi setelah Idul Fitri, tak bisa dipungkiri lagi bahwa Lebaran Ketupat menjadi salah satunya yang terus lestari hingga kini.

Perayaan ini identik dengan suasana hangat kebersamaan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tahun ini, Lebaran Ketupat diperkirakan berlangsung pada 27 hingga 28 Maret, atau tepat sepekan setelah 1 Syawal.

Walau rutin diperingati setiap tahun, tradisi yang satu ini sebenanrya menyimpan makna, asal-usul, serta nilai filosofisnya tersendiri. Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com berikut penjelasan lengkap mengenainya.

Apa Itu Lebaran Ketupat?

Lebaran Ketupat merupakan bagian dari rangkaian perayaan Syawalan yang mencapai puncaknya pada tanggal 8 Syawal. Tradisi ini dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa dengan sebutan Kupatan.

Melansir dari laman resmi Ejournal Unstrat, diketahui bahwa perayaan ini dimaknai sebagai simbol kemenangan yang tidak hanya diraih setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, tetapi juga setelah menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Dalam praktiknya, masyarakat menyajikan ketupat sebagai hidangan utama. Ketupat dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur atau daun kelapa muda, lalu direbus hingga matang.

Baca juga  Menghidupkan Kembali Makna 'Memayu Hayuning Bawana': Filosofi Luhur yang Relevan di Era Modern

Kehadiran ketupat dalam perayaan ini menjadi simbol penutup dari seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Idul Fitri.

Sejarah Lebaran Ketupat di Tanah Jawa

Tradisi Lebaran Ketupat memiliki akar sejarah yang erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di Jawa. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa tradisi ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Walisongo, pada sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

Pada masa itu, pendekatan dakwah dilakukan melalui budaya agar ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat lokal. Salah satu bentuknya adalah dengan memperkenalkan tradisi Kupatan sebagai bagian dari perayaan keagamaan.

Sunan Kalijaga membagi momentum Idul Fitri menjadi dua tahap, yaitu:

  • Bakda Lebaran yang dirayakan pada 1 Syawal
  • Bakda Kupat yang dilaksanakan pada 8 Syawal setelah umat Islam menyelesaikan puasa sunnah Syawal

Pembagian ini bertujuan untuk memberikan ruang refleksi tambahan sekaligus memperkuat nilai spiritual setelah Ramadan.

Makna Filosofi Ketupat

Ketupat tidak sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga mengandung filosofi mendalam dalam budaya Jawa. Setiap bagian dari ketupat memiliki simbol tersendiri yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Baca juga  Mengupas Tradisi Sunatan Massal di Jawa: Antara Syiar Agama, Solidaritas, dan Hiburan Rakyat

Janur atau daun kelapa muda yang digunakan sebagai pembungkus ketupat sering dimaknai sebagai penolak bala. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, janur dianggap mampu melindungi dari berbagai marabahaya.

Kemudian, bentuk ketupat yang menyerupai belah ketupat mencerminkan konsep “kiblat papat lima pancer”. Filosofi ini menggambarkan bahwa manusia memiliki arah kehidupan, namun pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan.

Tak hanya itu, proses menganyam janur dalam ketupat juga melambangkan berbagai kesalahan dan dosa manusia selama hidup. Kerumitan dalam membuatnya juga menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak selalu sederhana.

Dan saat ketupat dibelah, bagian dalamnya menunjukkan nasi berwarna putih bersih. Hal ini dimaknai sebagai simbol kesucian hati setelah saling memaafkan di momen Lebaran. Selain itu, isi ketupat juga melambangkan harapan akan kesejahteraan dan keberkahan.

Jadi secara keseluruhan, ketupat menjadi simbol permohonan maaf dan penyucian diri, sehingga tidak mengherankan jika makanan ini selalu hadir dalam setiap perayaan Lebaran.

Tradisi dan Kegiatan Saat Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat tidak hanya identik dengan sajian kuliner, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Baca juga  Mengungkap Makna Filosofi ‘Ora Ilok’, Ungkapan Jawa yang Sarat Nilai Moral dan Etika

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemerintah Desa Pulosari, masyarakat biasanya memulai perayaan dengan berkumpul di musala atau masjid.

Kegiatan yang dilakukan antara lain doa bersama, pembacaan tahlil hingga silaturahmi antarwarga

Setelah rangkaian kegiatan religius, tradisi dilanjutkan dengan berbagi makanan kepada tetangga maupun masyarakat sekitar. Ketupat dan opor menjadi menu yang paling umum dibagikan dalam momen ini.

Aktivitas tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Lebaran Ketupat pun kini sering kali dirayakan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarindividu serta memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid