Keindahan Desa Batik Gumelem Banjarnegara: Warisan Budaya yang Terjaga

Bagikan :
Keindahan Desa Batik Gumelem Banjarnegara: Warisan Budaya yang Terjaga
Edited Canva .com

Kabarjawa – Di tengah pesona alam dan budaya Jawa Tengah, Desa Gumelem di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, menjadi salah satu destinasi yang kaya akan seni dan tradisi.

Desa ini dikenal sebagai sentra produksi Batik Gumelem, yang masih mempertahankan teknik pembuatan batik secara tradisional dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Keunikan motif serta proses pembuatan yang masih menggunakan metode klasik membuat Batik Gumelem memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi.

Keunikan dan Ciri Khas Batik Gumelem

Batik Gumelem memiliki motif khas yang membedakannya dari batik daerah lain seperti Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan.

Motif-motif seperti salak, dawet, dan candi dengan warna dominan gelap menjadi identitas kuat dari batik ini. Selain itu, keaslian teknik pembuatannya, mulai dari pembuatan pola hingga pencelupan warna, menjadikan Batik Gumelem semakin istimewa.

Tidak hanya itu, Desa Gumelem juga menawarkan pengalaman wisata budaya yang menarik. Para pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan batik dan bahkan mencoba membatik sendiri menggunakan teknik tradisional yang diajarkan oleh pengrajin setempat.

Baca juga  Mitos Plengkung Nirbaya: Tak Boleh Dilewati Sultan Ketika Masih Hidup dan Bertahta, Apa Sebabnya?

Akses Menuju Sentra Batik Gumelem

Untuk mencapai desa ini, wisatawan dapat melalui jalur Kabupaten Banjarnegara dan akan menemukan gapura besar bertuliskan “Desa Batik Gumelem Banjarnegara” di pinggir jalan raya Susukan.

Saat memasuki desa, pengunjung akan disambut dengan gerai-gerai batik yang menyatu dengan rumah warga, menawarkan berbagai koleksi kain batik dan pakaian jadi khas Gumelem.

Disarankan untuk berkunjung pada pagi hari agar dapat melihat langsung proses membatik dan berinteraksi dengan para pengrajin.

Proses Pembuatan Batik Gumelem

Pembuatan Batik Gumelem melewati beberapa tahapan yang rumit dan memerlukan ketelitian tinggi:

  1. Membuat Desain – Pengrajin membuat pola batik sesuai motif yang diinginkan.
  2. Membatik dengan Malam – Lilin malam dipanaskan dan digunakan untuk menutup bagian kain yang tidak ingin diwarnai.
  3. Mewarnai (Mencolet) – Kain diberi warna dengan teknik pencelupan atau coletan tangan.
  4. Menutup Warna dengan Malam – Lapisan malam kembali digunakan untuk mempertahankan warna tertentu.
  5. Proses Pencelupan – Kain dicelupkan ke dalam pewarna alami atau sintetis untuk menghasilkan warna akhir.
  6. Melorod – Proses merebus kain dengan air mendidih untuk menghilangkan malam yang menutupi motif.
  7. Menjemur dan Menyetrika – Kain dikeringkan di bawah sinar matahari dan disetrika agar siap digunakan.
Baca juga  Masjid Sekayu Semarang: Jejak Sejarah Pembangunan Masjid Agung Demak

Upaya Pelestarian dan Pengembangan Batik Gumelem

Meskipun pemasaran Batik Gumelem masih terbatas pada pasar lokal, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengembangkan industri ini.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara turut mendukung pelestarian batik dengan mewajibkan pemakaian batik pada hari-hari tertentu dan dalam acara budaya. Selain itu, berbagai pelatihan dan promosi digital mulai diperkenalkan untuk memperluas jangkauan pasar batik khas Banjarnegara ini.

Desa Batik Gumelem di Banjarnegara tidak hanya menawarkan keindahan seni batik tradisional, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang edukatif dan menarik.

Dengan berkunjung ke desa ini, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan batik khas Gumelem, tetapi juga mendukung keberlangsungan industri kecil serta pelestarian budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.

Jika Anda sedang berada di Banjarnegara atau sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung keajaiban batik tradisional dari Desa Gumelem.(kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya