Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis: Siap Menembus Pasar Global

Bagikan :
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, Agung Rektono Seto/Foto: Kemenkumham Kanwil DIY

KABARJAWA– Warisan budaya yang telah berusia lebih dari satu abad akhirnya meraih pengakuan hukum tertinggi.

Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul resmi mengantongi sertifikat Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis (IG) dengan Nomor Pendaftaran: ID G 000000203.

Pengakuan ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan tonggak sejarah yang menegaskan keunikan seni tatah sungging asal Bantul.

Sertifikat ini melindungi orisinalitas karya para pengrajin sekaligus membuka peluang emas menuju pasar global.

Dari Tanah Tandus Menjadi Pusat Seni Dunia

Sejarah Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul bermula pada tahun 1917, saat masa kolonial Belanda masih mencengkeram Nusantara.

Di bawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VII, seorang abdi dalem bernama Mbah Glemboh menjadikan Pucung, Imogiri, yang kala itu merupakan daerah tandus, sebagai pusat kerajinan wayang.

Dengan tekun, Mbah Glemboh mengajarkan seni menatah (memahat) kulit kerbau dan sapi, serta menyungging (mewarnai) dengan pola yang khas.

Ajaran itu berkembang dari generasi ke generasi, hingga kini 90 persen penduduk Wukirsari, Imogiri, Bantul menggantungkan hidup mereka pada kerajinan wayang kulit.

Baca juga  Eksistensi Wayang Kulit di Era Digital: Tantangan dan Inovasi untuk Generasi Z

Dari tangan mereka lahir karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menyimpan identitas budaya Jawa yang mendalam.

Ciri Khas Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung

Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul menampilkan detail yang sulit ditandingi daerah lain.

  • Para pengrajin menghadirkan warna mencolok pada wajah dan busana
  • Para pengrajin mempertegas karakter tokoh dengan sunggingan halus pada kumis
  • Para pengrajin memakai teknik demdleman berupa inten-inten hitam yang menghiasi permukaan kulit
  • Bentuk tangan wayang yang memanjang hingga mata kaki menambah karakteristik uniknya

Keunikan itu menjadikan Wayang Kulit Tatah Sungging tidak sekadar perabot pertunjukan, tetapi juga karya seni bernilai tinggi yang dicari kolektor, akademisi, hingga pecinta budaya dari mancanegara. Dari Bantul, seni ini terus memikat hati dunia.

Perlindungan Hukum, Harapan Baru

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, Agung Rektono Seto, menegaskan arti penting sertifikat IG ini.

Perlindungan Indikasi Geografis yang resmi ini menjadi pengakuan terhadap kualitas Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul.

Baca juga  Mengapa Rumah Joglo Menjadi Simbol Status Sosial di Tanah Jawa Zaman Dahulu? Ini Alasan dan Sejarahnya

“Dengan perlindungan ini, produk unggulan Bantul akan semakin kuat bersaing di pasar domestik maupun global,” ujarnya.

Agung menekankan, perlindungan IG tidak hanya menjaga orisinalitas, tetapi juga menjadi tameng bagi pengrajin dari ancaman pemalsuan.

Lebih dari itu, IG membuka jalan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat Bantul. Setiap goresan sunggingan tidak hanya memancarkan nilai seni, tetapi juga membawa harapan kesejahteraan.

Pengakuan resmi ini menciptakan peluang besar bagi Bantul. Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung kini tidak hanya menjadi pusaka budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif.

Potensi wisata budaya terbuka lebar, menghadirkan pengalaman otentik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung proses pembuatan wayang di Pucung.

Pemerintah melalui Kanwil Kemenkumham DIY berkomitmen mendampingi para pengrajin dengan program pelatihan, penguatan kapasitas, promosi, hingga kerja sama lintas sektor.

Langkah itu memastikan bahwa Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung tidak hanya berhenti sebagai kebanggaan lokal, tetapi terus melangkah menjadi ikon budaya Indonesia yang mendunia.

Wayang Kulit Tatah Sungging Pucung Bantul bukan sekadar kerajinan tangan. Ia adalah warisan yang hidup, bernapas bersama masyarakatnya, dan terus bertumbuh mengikuti zaman.

Baca juga  Mengapa Bulan Sapar Selalu Dipenuhi Tradisi Selamatan di Jawa? Ini Sejarah yang Jarang Diketahui Orang

Kini, dengan perlindungan hukum dan dukungan penuh dari berbagai pihak, seni ini siap menancapkan namanya di pasar global.

Dari tanah tandus yang disulap Mbah Glemboh seabad lalu, Pucung kini menjelma menjadi panggung dunia. Setiap tatah, setiap sunggingan, adalah suara yang lantang berkata: Bantul punya warisan, Indonesia punya kebanggaan, dunia punya alasan untuk terpikat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya