Garebeg Mulud 2025: Prajurit Kadipaten Pakualaman Tampil dengan Busana Baru, Warga Berebut Berkah Gunungan

Bagikan :
Garebeg Mulud 2025/Foto: Pemda DIY

KABARJAWA- Dalam rangka Hajad Dalem Garebeg Mulud 2025/Dal 1959, Kadipaten Pakualaman menerima satu gunungan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Jumat (5/9/2025).

Prosesi sakral ini tidak hanya memancarkan aura religius, tetapi juga menggugah rasa kagum dengan tampilan baru para prajurit Pakualaman yang berbusana seragam khas nan megah.

Sejak pagi buta, ribuan masyarakat tumpah ruah di sekitar Pura Pakualaman. Mereka menanti detik-detik kedatangan Utusan Dalem Keraton yang membawa gunungan.

Garebeg Mulud 2025

Dentuman gamelan dan sorak-sorai rakyat berpadu dengan derap langkah prajurit, menciptakan suasana yang menggetarkan jiwa.

Empat ekor gajah yang ikut mengiringi membuat prosesi semakin megah, seolah menegaskan bahwa Garebeg Mulud bukan sekadar upacara, melainkan warisan luhur yang hidup di tengah masyarakat Jawa.

Ketika iring-iringan tiba di halaman Pura Pakualaman, prosesi serah terima berlangsung khidmat. Perwakilan Utusan Dalem menyerahkan gunungan kepada KRT Jayeng Taruno dan KRT Projo Anggono selaku Panampi Pareden Gunungan.

Setelah doa dipanjatkan oleh M.W. Pujolaksito selaku Juru Donga, suasana hening sejenak sebelum akhirnya GKBRAA Paku Alam mengambil ubarampe pertama, sebagai simbol rasa syukur Kadipaten Pakualaman.

Baca juga  Tradisi-Tradisi Unik yang Cuma Ada di Hari-Hari Besar dan Tidak Banyak Orang Tahu Maknanya

“Alhamdulillah, Garebeg Mulud pada tahun ini bisa terlaksana dengan baik, dan ini adalah Garebeg Mulud Dal yang hanya ada delapan tahun sekali,” tutur Gusti Putri—sapaan akrab GKBRAA Paku Alam.

Perayaan Garebeg kali ini mencatat sejarah baru. Para prajurit Kadipaten Pakualaman tampil gagah dengan busana segar nan berwibawa. Setiap prajurit melangkah tegap, memamerkan seragam baru, khusus untuk momentum sakral ini.

Gusti Putri menegaskan bahwa perubahan busana prajurit menandai semangat baru dalam menjaga tradisi. Semua prajurit memiliki baju-baju yang baru. Ada salah satu gunungan atau pareden yang hanya ada di waktu Garebeg Mulud Dal, yaitu Gunungan Bromo.

“Nah kita dapat satu pareden dari Keraton yang dibawa ke Kadipaten Pakualaman,” jelasnya.

Gunungan Bromo menjadi simbol istimewa yang hanya muncul dalam perayaan Garebeg Mulud Dal. Keberadaannya memikat perhatian warga karena sarat makna doa, harapan, dan rasa syukur dari Raja Keraton untuk kesejahteraan rakyat.

Masyarakat Berebut Berkah Gunungan

Detik paling ditunggu terjadi ketika gunungan dibagikan. Ratusan tangan terulur, berebut ubarampe yang konon membawa berkah. Warga meyakini hasil bumi dari gunungan dapat mendatangkan rezeki, kesehatan, dan keselamatan.

Baca juga  Mengapa Rumah Joglo Menjadi Simbol Status Sosial di Tanah Jawa Zaman Dahulu? Ini Alasan dan Sejarahnya

Windah dan Mujirah, warga Bantul, mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi ngalap berkah. Keduanya masih percaya akan mendapat kelancaran rejeki ketika mendapat salah satu dari berbagai barang yang ada dalam Garebeg ini.

“Senang sekali, baru pertama kali ikut. Tidak sia-sia datang ke sini. Rencananya berkah ini mau saya masak untuk usaha rumah makan. Semoga diberi rezeki lancar dan kesehatan,” ungkap Mujirah.

Gusti Putri menutup prosesi dengan ajakan penuh makna. Ia menekankan bahwa Garebeg Mulud adalah warisan budaya yang tidak dimiliki semua kerajaan, sehingga wajib dijaga.

“Monggo kita sama-sama menguri-uri, melestarikan, dan menjadikan kegiatan ini salah satu destinasi wisata budaya di Yogyakarta,” katanya

Gusti Putri menganggap tidak berlebihan jika Garebeg Mulud tahun ini istimewa. Dengan kehadiran Gunungan Bromo, busana baru prajurit, serta antusiasme masyarakat, prosesi Garebeg Mulud Dal 1959 benar-benar menjadi pesta budaya yang menyatukan doa, tradisi, dan kebanggaan.

Gema syukur membahana di Pura Pakualaman. Rakyat pulang dengan tangan penuh berkah, sementara Yogyakarta sekali lagi meneguhkan diri sebagai pusat peradaban Jawa yang hidup dan berdenyut di hati masyarakatnya. (ef linangkung)

Baca juga  Mengenang 11 Ramadhan: Wafatnya Khadijah, Istri Tercinta Rasulullah SAW

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid