
KABAR JAWA – Setiap hari besar biasanya identik sama acara kumpul keluarga, makanan khas, atau ibadah.
Tapi di balik semua itu, ada banyak tradisi unik yang ternyata masih dijalankan di beberapa daerah.
Kadang bentuknya sederhana, tapi punya makna yang dalam. Bahkan ada yang lucu dan bikin penasaran.
Tradisi-tradisi ini gak banyak disorot, tapi tetap jadi bagian penting dari budaya setempat.
Berikut ini beberapa tradisi unik di hari-hari besar yang mungkin belum banyak kamu tahu.
1. Perang Air di Hari Raya, Maluku
Di Maluku, ada tradisi yang disebut Cakalele Air atau perang air saat Hari Raya Idul Fitri. Warga akan saling siram pakai air di jalanan.
Suasananya seru dan penuh tawa. Tradisi ini jadi simbol penyucian diri dan kebersamaan setelah sebulan puasa.
Walau kelihatannya cuma main air, tapi sebenarnya penuh makna kebersamaan dan rasa lega setelah melewati Ramadan.
2. Grebeg Syawal, Yogyakarta
Setelah salat Id, masyarakat Yogyakarta biasanya merayakan Grebeg Syawal. Keraton mengeluarkan gunungan berisi hasil bumi, terus diarak sampai ke Masjid Gedhe.
Setelah itu, warga akan berebut isinya. Mereka percaya kalau dapet sedikit aja dari isi gunungan itu, bisa jadi berkah.
Tradisi ini udah berlangsung lama dan jadi simbol syukur atas rezeki.
3. Festival Lempar Jeruk, Italia
Di beberapa komunitas keturunan Italia di Indonesia, terutama di kota besar, ada yang ikut merayakan Festival Lempar Jeruk saat menjelang Paskah.
Ini bukan tradisi asli Indonesia, tapi tetap unik karena diadopsi di sini. Lempar-lemparan jeruk jadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Meski gak besar, tradisi ini tetap hidup di kalangan komunitasnya.
4. Ngintip Arak-arakan Cap Go Meh dari Atap, Singkawang
Di Singkawang, Kalimantan Barat, Cap Go Meh dirayakan dengan semarak. Salah satu tradisinya adalah warga naik ke atap rumah buat ngeliat barongsai, naga, dan tatung lewat.
Tatung adalah orang yang ‘kerasukan’ roh leluhur atau dewa. Buat mereka, ngeliat tatung dari tempat tinggi bisa ngusir sial dan bawa keberuntungan.
5. Bakar Batu Saat Natal, Papua
Di Papua, perayaan Natal gak cuma di gereja. Ada juga tradisi bakar batu yang jadi momen kumpul bareng satu kampung.
Batu dipanasin, terus dipakai buat masak daging, sayur, dan umbi-umbian. Ini bukan sekadar makan bareng, tapi juga simbol persaudaraan.
Semua duduk sama rata, makan bareng, dan saling berbagi cerita.
Masing-masing daerah punya caranya sendiri buat ngerayain hari besar. Ada yang meriah, ada yang sederhana.
Tapi semuanya punya tujuan yang sama: saling menguatkan, berbagi, dan menjaga nilai-nilai yang udah diwariskan sejak lama.
Walau tradisi-tradisi ini gak sepopuler perayaannya secara umum, justru di sanalah letak keunikannya.
Jadi kalau suatu hari kamu lagi ada di daerah lain pas hari besar, jangan cuma ikut makan dan kumpul.***