Wow, Petani Gunungkidul Manfaatkan Lampu UV untuk Budidaya Melon Premium di Musim Kemarau Basah

Bagikan :
Greenhouse Tani Farm di Gunungkidul menggunakan sistem hidroponik NFT dan lampu UV untuk menjaga kualitas melon premium di musim kemarau basah. (Ef Linangkung)

KABARJAWA – Gunungkidul tidak hanya dikenal dengan panorama alam dan pantainya, tetapi juga dengan inovasi pertanian warganya. Musim kemarau basah yang kerap membuat banyak petani kesulitan ternyata justru memicu kreativitas baru.

Fahid Nur Arrosyid, pengelola Tani Farm di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, berhasil mengembangkan budidaya melon premium dengan sentuhan teknologi modern.

Fahid bersama timnya menerapkan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Air yang sudah bercampur pupuk dialirkan melalui pipa dengan bantuan gravitasi.

Aliran itu kemudian kembali ke penampungan sehingga nutrisi tanaman selalu stabil. Teknologi ini membuat tanaman melon tetap tumbuh subur meski kondisi cuaca tidak menentu.

Fairuzit, salah satu tim di Tani Farm, menjelaskan bahwa melon membutuhkan pencahayaan cukup agar bisa berbuah maksimal.

“Kalau musim penghujan atau kemarau basah, kita sudah ada teknologi tambahan, yaitu lampu UV. Lampu ini dipakai untuk mengganti kekurangan cahaya matahari. Idealnya melon butuh 8–10 jam cahaya per hari,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (18/8/2025).

Lampu UV Jadi Senjata Atasi Cuaca Ekstrem

Penggunaan lampu UV di greenhouse Tani Farm tidak dilakukan sepanjang waktu. Fairuzit menyebutkan, pada musim hujan lampu hanya dinyalakan secara selang-seling, dua jam hidup lalu dua jam mati.

Baca juga  Angkutan Lebaran 2025: Lonjakan Penumpang KA di Wilayah Daop 8 Surabaya

Pengaturan itu biasanya dilakukan pada malam hari menjelang akhir masa tanam. Selain menjaga suplai cahaya, teknik tersebut juga dipakai untuk stressing agar tingkat kemanisan buah meningkat.

Fahid optimistis dengan penerapan teknologi ini. Ia menyebutkan, tingkat keberhasilan panen di dalam greenhouse mencapai 90 persen. Dalam setahun, Tani Farm bisa melakukan empat kali musim tanam dengan siklus 3–4 bulan sekali.

“Alhamdulillah dengan inovasi ini, tantangan musim kemarau basah bisa teratasi, bahkan kita bisa panen lebih cepat 1–2 minggu dari biasanya,” jelasnya.

Varietas Melon Premium dengan Standar Pasar Modern

Tani Farm mengembangkan tiga jenis melon premium. Pertama, varietas Fashion dengan bobot 1–2 kilogram per buah. Kedua, varietas Kirani dengan bobot 0,8–1,8 kilogram.

Ketiga, varietas Dikrim yang bisa mencapai 1,5–2,5 kilogram. Tingkat kemanisannya berada di kisaran 14–18 brix, angka yang sudah memenuhi standar pasar modern.

“Selama ini kami memang fokus melayani konsumen langsung dengan sistem petik di kebun. Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan untuk kerja sama dengan enam mitra dalam pemasaran ke pasar modern,” ujar Fahid.

Baca juga  Kisah Inspiratif Veda Ega Pratama, Remaja Asal Gunungkidul Dua Kali Juara Red Bull Rookies Cup 2025 di Sirkuit Mugello, Italia

Sejak memulai usaha melon pada 2018, Fahid berhasil mengembangkan pasarnya hingga keluar daerah. Tangerang menjadi salah satu wilayah yang rutin menerima pasokan melon premium dari Tani Farm.

Keberhasilan ini bukan hanya karena kualitas buah yang terjaga, tetapi juga karena pengalaman agrowisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Para konsumen tidak hanya membeli buah melon, tetapi juga menikmati proses petik langsung di kebun. Konsep agrowisata ini membuat Tani Farm semakin dikenal luas sebagai destinasi pertanian modern di Gunungkidul.

Musim kemarau basah biasanya menjadi momok bagi petani karena berkurangnya intensitas cahaya matahari. Namun, Fahid membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi solusi.

Dengan lampu UV dan sistem hidroponik NFT, ia mampu menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya