
KabarJawa.com — Denyut pariwisata Kota Yogyakarta kembali menguat. Setelah sempat melambat akibat pandemi dan tantangan global, geliat wisata kini menunjukkan pertumbuhan positif.
Salah satu motor penggeraknya adalah Jogjavaganza 2025, ajang promosi pariwisata yang kembali digelar untuk kedelapan kalinya dengan konsep yang semakin matang.
Jogjavaganza tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga forum pertemuan bisnis strategis yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari berbagai daerah Indonesia melalui format Business to Business (B2B).
Jogjavaganza Perkuat Jejaring Pelaku Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menegaskan bahwa Jogjavaganza 2025 digelar untuk memperkuat jejaring pelaku pariwisata sekaligus memperluas peluang kerja sama antardaerah.
Sebanyak 60 seller yang terdiri atas hotel, biro perjalanan, restoran, dan pusat oleh-oleh bertemu secara langsung dengan 30 buyer dari berbagai provinsi.
“Jogjavaganza merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BP2KY dalam memperkuat promosi dan memperluas jejaring antar pelaku industri pariwisata. Kegiatan ini menjadi upaya kami menarik lebih banyak wisatawan, terutama di masa low season seperti saat ini,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan B2B ini membuka peluang bagi kerja sama konkret. Buyer dari luar daerah dapat bertemu langsung dengan pelaku usaha lokal untuk menjajaki berbagai paket wisata menarik. Melalui kegiatan ini, jangkauan promosi menjadi lebih luas.
“Kami terus berupaya mempertahankan tingkat kunjungan wisatawan dan memperpanjang rata-rata lama tinggal mereka. Selain itu, kami berharap Jogjavaganza menghasilkan publikasi positif dari influencer media sosial yang ikut memeriahkan acara,” imbuh Wahyu.
Kolaborasi Antarinstansi Menguatkan Industri Wisata
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan apresiasi atas kerja sama lintas lembaga yang menopang penyelenggaraan acara tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Dinas Pariwisata, BP2KY, ASITA, dan HPI menjadi bukti bahwa pariwisata Yogyakarta semakin solid.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Para buyer yang datang tidak hanya dari Pulau Jawa, tetapi juga dari Bali dan Kalimantan. Ini menandakan bahwa daya tarik pariwisata Yogyakarta semakin luas dan diakui secara nasional,” ungkap Wawan.
Ia menambahkan bahwa Jogjavaganza idealnya digelar lebih sering untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata. Menurutnya, dua kali penyelenggaraan dalam satu tahun akan memberikan dampak lebih besar.
“Idealnya, Jogjavaganza digelar dua kali dalam setahun agar lebih banyak buyer datang. Potensi pariwisata Yogyakarta luar biasa besar. Dengan kegiatan seperti ini, dampaknya langsung terasa bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Wawan.
Salah satu peserta buyer, Tan Lili dari Balikpapan, Kalimantan Timur, menyampaikan antusiasmenya. Ia mengaku kagum dengan perkembangan wisata Kota Yogyakarta yang sangat cepat dan dinamis.
“Pertama kali saya ikut tahun 2022, dan sekarang saya kembali karena pertumbuhan wisatanya luar biasa pesat. Dua bulan saja tidak ke Yogyakarta, sudah ada wisata baru. Jadi memang kita harus terus update,” ungkap Tan Lili.
Menurutnya, Jogjavaganza menjadi wadah penting untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata secara langsung. Hubungan personal yang terbangun menciptakan kepercayaan dan peluang kerja sama jangka panjang.
“Acara ini membantu kami berkenalan langsung dengan stakeholder pariwisata seperti hotel, travel agent, dan restoran. Meskipun kami sudah memiliki mitra di Yogyakarta, memperluas jaringan tetap penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis,” tuturnya.