Potensi Besar! Sandiaga Uno Dorong Pemerintah Kembangkan Wisata Kesehatan Nasional

Bagikan :
Sandiaga Uno/Foto: Pemkab Gunungkidul

KabarJawa.com– Lebih dari 600 ribu hingga 2 juta warga negara Indonesia (WNI) tercatat masih memilih berobat ke luar negeri setiap tahun.

Fenomena ini menjadi sorotan serius pemerintah karena menandakan besarnya potensi devisa yang mengalir ke luar negeri akibat lemahnya sektor wisata kesehatan (health tourism) dalam negeri.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan perlunya langkah nyata pemerintah untuk memperkuat industri layanan medis.

Jadi, masyarakat tak lagi harus jauh-jauh ke Malaysia atau Singapura demi mendapatkan perawatan berkualitas.

Wisata Kesehatan

Dalam paparannya pada Senin (10/11/2025), Sandiaga mengungkapkan fakta mencengangkan. Setiap tahun, masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar USD 10 miliar atau setara Rp160 triliun hanya untuk berobat ke luar negeri.

Dana yang seharusnya bisa memperkuat rumah sakit dan fasilitas kesehatan nasional justru tersedot ke negara tetangga.

“Paling tidak ini kesempatan kita untuk bisa mengurangi ketergantungan itu. Target paling realistis, 20 persen dalam lima tahun pertama, dan setelah itu bisa terus berkembang,” ujar Sandiaga.

Baca juga  Status Siaga Darurat Kekeringan Bantul Resmi Berlaku, Ancaman El Nino Kuat Bayangi Kemarau Panjang hingga September 2026

Sandiaga mencontohkan kesuksesan Penang, Malaysia, dalam mengembangkan layanan wisata kesehatan secara strategis.

Kota itu tak lagi hanya bergantung pada medical check-up semata. Jika dulu layanan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi sumber utama pendapatan, kini proporsinya turun drastis dari 40 persen menjadi hanya 8 persen.

Sebaliknya, layanan spesialisasi medis seperti kardiologi, onkologi, neurologi, dan ortopedi tumbuh pesat dan menjadi tulang punggung utama industri kesehatan Malaysia. Dari total pendapatan USD 100 miliar, hanya 8 persen berasal dari medical check-up.

“Selebihnya berasal dari layanan-layanan spesialis itu,” jelas Sandiaga.

Data yang dipaparkannya memperlihatkan bahwa sekitar 2 juta WNI berobat ke luar negeri setiap tahunnya.

Dari angka tersebut, 80 persen menuju Malaysia, 10 persen ke Singapura, dan sisanya tersebar di negara lain seperti Thailand dan Jepang.

Tiga Tantangan Utama

Menurut Sandi, pengembangan wisata kesehatan di Indonesia menghadapi tiga tantangan utama: sumber daya manusia, kebijakan, dan harga layanan.

“Kenapa Malaysia bisa mengambil 80 persen pasar? Karena mereka unggul dalam harga. Bagi masyarakat Medan, biaya berobat ke Penang bisa lebih murah daripada ke Jakarta,” ujarnya.

Baca juga  Lagi di Jogja Malam Hari? Coba Oseng Mercon Bu Narti yang Pedasnya Nggak Main-Main

Ia menilai pemerintah perlu segera memperkuat ekosistem wisata kesehatan dari hulu hingga hilir.

SDM medis harus ditingkatkan kompetensinya, perizinan dan regulasi perlu dipermudah, sementara harga layanan harus disesuaikan agar tetap kompetitif.

Sandiaga menekankan, dengan strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya mampu menahan arus keluar pasien, tetapi juga bisa menarik wisatawan asing untuk berobat dan berlibur di Tanah Air.

Sandiaga optimistis, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama dalam pariwisata kesehatan global.

Ia menyebut Yogyakarta sebagai salah satu daerah dengan prospek cerah setelah Malang, yang lebih dulu mengembangkan konsep serupa.

“Kalau dipromosikan dengan baik, tren wisata kesehatan dan kebugaran akan meningkat. Banyak orang sekarang tidak hanya ingin sembuh, tapi juga ingin sehat dan bugar kembali,” tuturnya.

Dengan kombinasi antara keindahan alam, keramahan budaya, dan kualitas layanan kesehatan yang semakin meningkat, Indonesia mampu menjadi destinasi wellness dan medical tourism unggulan Asia.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, rumah sakit, dan pelaku pariwisata kini menjadi kunci agar potensi Rp160 triliun itu bisa kembali menggerakkan ekonomi dalam negeri. (ef linangkung)

Baca juga  Sejarah dan Tragedi Bunker Kaliadem, Saksi Bisu Dahsyatnya Letusan Merapi Tahun 2006

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid