
KabarJawa.com – Momentum libur sekolah mulai menggerakkan sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul secara signifikan.
Lonjakan wisatawan yang memadati berbagai destinasi sepanjang akhir pekan terakhir Juni 2026 tidak hanya memicu kepadatan arus lalu lintas, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terbukti, sektor retribusi sukses menembus angka Rp1,29 miliar hanya dalam waktu dua hari. Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri pariwisata di Bumi Handayani.
Ribuan kendaraan tampak mengantre di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), terutama di jalur menuju kawasan pantai dan objek wisata unggulan.
Volume Kendaraan Menuju Tempat Wisata Meningkat Tajam
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, S.IP., M.Si., mengonfirmasi bahwa lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Indikator paling nyata adalah antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah TPR utama.
“Mulai ada peningkatan kunjungan wisata pada libur sekolah minggu ini. Salah satu indikatornya adalah kepadatan arus lalu lintas menuju destinasi wisata serta antrean kendaraan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR),” ujar Eko, Selasa (30/6/2026).
Data Kunjungan dan Pendapatan Retribusi Dua Hari
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, tren kenaikan jumlah wisatawan tercatat sangat masif:
-
Sabtu (27/6/2026): Sebanyak 41.072 wisatawan berkunjung, dengan perolehan retribusi mencapai Rp496.491.600.
-
Minggu (28/6/2026): Angka kunjungan melonjak drastis hingga 61.996 wisatawan, dengan pendapatan retribusi menyentuh Rp795.362.000.
Secara akumulatif, total kunjungan selama dua hari tersebut mencapai 103.068 orang dengan total pendapatan retribusi bersih sebesar Rp1.291.853.600.
Capaian ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha lokal—mulai dari pedagang kuliner, pemilik homestay, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan perputaran ekonominya dari sektor pariwisata.
Strategi Promosi lewat ‘Gunungkidul Night Specta’
Untuk menjaga konsistensi tren positif ini selama masa libur sekolah, Dinas Pariwisata Gunungkidul telah menyiapkan serangkaian strategi promosi.
Salah satu agenda event unggulan yang siap digelar adalah Gunungkidul Night Specta (GNS) pada 10–11 Juli 2026.
Eko menjelaskan bahwa GNS dirancang khusus untuk meningkatkan daya tarik malam hari di Gunungkidul. Melalui event ini, pemerintah daerah berharap masa tinggal (length of stay) wisatawan dapat menjadi lebih lama.
“Dengan adanya Gunungkidul Night Specta, kami berharap jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Meningkatnya kunjungan di awal musim liburan ini memicu optimisme baru. Jika tren ini bertahan hingga puncak libur sekolah, target kunjungan dan pendapatan pariwisata Gunungkidul tahun 2026 diproyeksikan akan tercapai, bahkan berpotensi melampaui target awal pemerintah daerah.