Warung di Pantai Sanglen Dibongkar, Warga Teriakkan Intimidasi dan Ketidakadilan

Bagikan :
Pembongkaran Warung di Pantai Sanglen/Foto: ef linangkung

KABARJAWA – Pembongkaran warung-warung di Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Selasa (29/7/2025) mulai berjalan.

Aparat membongkar satu per satu bangunan semi permanen yang berdiri di atas lahan Sultan Ground (SG). Tindakan itu sontak memicu kemarahan dan jeritan warga, yang tergabung dalam Paguyuban Sanglen Merdeka.

Mereka menjalankan eksekusi setelah menerima surat resmi dari Penghageng Kawedanan Panitikismo Keraton Yogyakarta, KRT Suryo Satriyanto.

Pembongkaran Warung di Pantai Sanglen

Dalam surat bernomor 045/KWPK/VII/2025, Keraton menegaskan bahwa warung-warung tersebut berdiri di atas tanah Kasultanan yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik No. 02051/Kemadang.

“Tanah tersebut adalah milik Kasultanan dan dilarang digunakan tanpa izin,” tulis surat yang dikutip Selasa (29/7/2025).

Pemerintah memanfaatkan dasar hukum berupa Pasal 32 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, yang menyebut Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai badan hukum pemilik tanah SG. Pembongkaran itu juga mengacu pada Peraturan Gubernur DIY Nomor 33 Tahun 2017 untuk menjalankan pengosongan.

Surat tersebut mengultimatum warga untuk segera mengosongkan lahan paling lambat tanggal 29 Juli 2025. Tanpa kompromi, Pemda DIY menerjunkan tim eksekutor dan alat berat begitu tenggat habis.

Baca juga  Filosofi Batik Cahyaning Kaistimewan, Simbol Cahaya dan Jati Diri Keistimewaan Yogyakarta

Sejumlah bangunan yang masih berdiri langsung rata dengan tanah. Tidak ada toleransi, tidak ada negosiasi.

Bongkahan kayu, seng, dan puing-puing beton berserakan di pesisir Pantai Sanglen. Warga hanya bisa memandangi reruntuhan sambil menahan amarah dan air mata.

Beberapa orang bahkan masih sempat memperbaiki warung mereka sebelum akhirnya hancur di depan mata.

Paguyuban Sanglen Merdeka Melawan

Warga yang tergabung dalam Paguyuban Sanglen Merdeka mengecam keras tindakan Pemda DIY. Salah satu anggota paguyuban, Wastono, menyuarakan keberatannya secara terbuka.

“Warung-warung kami dibongkar paksa, tidak ada ruang dialog. Bahkan banner bergambar Sri Sultan HB IX pun ikut dirusak,” tegas Wastono.

Ia menunjukkan sisa puing-puing bangunan, yang di antaranya bertuliskan kalimat bernada ancaman: “Gelem Bongkar Ora?” dan “Bongkaren iki Selanjute.”

“Ini bukan hanya penertiban. Mereka merusak bangunan yang sedang kami perbaiki. Aksinya menunjukkan teror, bukan ketegasan hukum,” tambahnya.

Paguyuban Sanglen Merdeka merasa Pemda DIY tidak memberikan kejelasan solusi atau opsi relokasi. Mereka merasa tak mendapat ruang untuk menjelaskan keberadaan warung yang sudah bertahun-tahun menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Baca juga  Liburan Seru di Kalibiru Jogja untuk Mengatasi Rasa Cemas dan Overthinking

Sejak beberapa tahun terakhir, kawasan Pantai Sanglen menjadi daya tarik wisata alternatif di Gunungkidul. Lokasinya yang tersembunyi dan masih alami menjadikannya incaran para investor pariwisata. Warga mencurigai adanya kepentingan bisnis di balik penertiban ini.

“Kami warga kecil hanya ingin hidup. Kalau warung kami dirobohkan, anak-anak kami makan apa?” tanya seorang pemilik warung lain yang enggan disebut namanya.

Warga menuntut transparansi dan keadilan atas pengelolaan tanah SG. Mereka meminta Pemda DIY dan Keraton Yogyakarta menghentikan tindakan sepihak dan mengajak warga berdialog sebelum mengambil langkah hukum berikutnya.

Hingga berita ini tayang, Pemda DIY belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan intimidasi dari warga. Namun, sumber internal menyebut bahwa pengosongan tetap akan berlanjut di titik-titik lain yang berdiri di atas tanah SG. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional