
KabarJawa.com– Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengambil langkah tegas yang mengejutkan publik.
Ia memerintahkan seluruh baliho sosialisasi pemerintah kota yang memuat foto wajahnya turun, lalu menggantinya dengan materi promosi pariwisata dan Calendar of Event Kota Yogyakarta.
Langkah drastis itu ia sampaikan secara langsung dalam pertemuan dengan Komite Ekonomi Kreatif pada Kamis (20/11/2025).
Wali Kota Yogyakarta Takkan Nyalon Lagi
Dengan nada lugas, Hasto menegaskan bahwa ia tidak memiliki kepentingan politik apa pun dan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Wali Kota.
Oleh karena itu, ia merasa tidak perlu mempertahankan visual wajahnya di seluruh sudut kota.
“Saya sudah sepakat, baliho yang ada foto saya dibersihkan saja. Ngapain pakai foto saya? Sudah enggak kampanye juga,” ujarnya.
Mantan Kepala BKKBN RI itu menegaskan bahwa ia ingin ruang publik berfungsi secara optimal, bukan sekadar menampilkan wajah pejabat.
Ia menilai bahwa baliho yang sebelumnya fokus pada kampanye penanganan sampah masih relevan, tetapi tidak perlu lagi menampilkan ia maupun Wakil Wali Kota.
“Foto saya sama Pak Wakil enggak perlu dipajang lah. Sudah terlalu banyak kampanye, wong ya ora arep nyalon Wali Kota lagi,” tegasnya.
Hasto mengarahkan Diskominfosan Kota Yogyakarta agar mengubah seluruh visual baliho menjadi sarana promosi pariwisata, terutama untuk agenda Calendar of Event 2026 dan berbagai festival awal tahun mendatang.
Menurutnya, ruang publik harus bekerja lebih efektif sebagai media penggerak ekonomi kreatif. Ruang publik jauh lebih bermanfaat jika mempromosikan potensi kreatif dan agenda wisata kota.
“Ya, tujuannya supaya masyarakat luas tahu apa saja yang bisa dieksplor saat akhir tahun dan tahun depan,” tandasnya.
Tenggat 23 November
Meski wajah Hasto akan hilang dari seluruh baliho, ia memastikan bahwa program strategisnya, Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah), tetap akan tampil.
Program itu penting untuk terus berjalan sosialisasinya kepada masyarakat tanpa harus menyertakan gambarnya.
“Baliho-balihonya itu, kalau tanpa foto saya kan enggak apa-apa. Yang penting sosialisasi Mas JOS tetap jalan,” ujar mantan Bupati Kulon Progo tersebut.
Instruksi itu sudah disampaikan langsung kepada Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta. Hasto bahkan memberikan deadline superketat.
“Target penurunannya hari Minggu (23/11/2025). Maka saya kasih target ke Pak Kadis Kominfo supaya ngebut. Kamis, Jumat, Sabtu harus bisa bikin desain baliho city branding-nya,” tegasnya.
Dengan instruksi itu, seluruh baliho berwajah Hasto pasti akan hilang dari ruang publik Yogyakarta pada akhir pekan ini.
Kota pelajar tersebut akan bersolek dengan tampilan baru, lebih segar, lebih promotif, dan lebih fokus pada kebangkitan ekonomi kreatif serta pariwisata.
Kebijakan Hasto ini sekaligus menegaskan bahwa Yogyakarta memasuki babak baru dalam city branding, dengan prioritas penuh pada promosi event dan potensi wisata, bukan pada personalisasi pejabat. (ef linangkung)