Wali Kota Klaim Coverage Area BPJS Ketenagakerjaan di Yogyakarta Terus Meningkat

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA– Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting yang benar-benar menghadirkan rasa aman bagi para pekerja.

Ia menekankan, Pemkot Yogyakarta terus berlari kencang dalam memperluas coverage area BPJS Ketenagakerjaan agar seluruh pekerja, baik formal maupun informal, benar-benar terlindungi.

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Yogyakarta

“Keberadaan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat pekerja. Pemkot Yogyakarta berkomitmen memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tidak hanya bagi ASN dan pekerja formal, tetapi juga bagi sektor informal, pelaku UMKM, hingga pekerja rentan,” tegas Hasto.

Hasto mengungkapkan, Pemkot Yogyakarta mengeksekusi berbagai kebijakan strategis dan program nyata agar seluruh tenaga kerja benar-benar mendapatkan perlindungan sosial yang layak.

Ia memastikan, perlindungan itu menyentuh jantung kehidupan para pekerja, dari pedagang pasar hingga seniman jalanan.

Ia menambahkan, masyarakat pekerja membutuhkan jaring pengaman yang kokoh. Karena itu, Pemkot Yogyakarta membangun ekosistem perlindungan sosial yang inklusif, menyentuh lapisan paling bawah sekalipun.

Baca juga  Lokasi Nobar Timnas Indonesia Vs Iran di Jogja, Laga Final AFC Futsal Asian Cup 2026 Kick Off Hari Ini

Program Kolaborasi

Salah satu inovasi andalan yang dipaparkan Hasto adalah program Gandeng Gendong. Program ini menjadi wujud kolaborasi multipihak antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan media.

Melalui Gandeng Gendong, Pemkot tidak hanya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan kelompok penerima manfaat otomatis masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Setiap pelaku UMKM dan pekerja rentan yang kami dampingi diarahkan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, mereka terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun kehilangan penghasilan akibat kondisi tertentu,” jelas Hasto.

Tak berhenti di situ, Pemkot Yogyakarta juga menjalin kemitraan erat dengan instansi vertikal dan lembaga keuangan. Contoh konkret terlihat saat Pemkot bekerja sama dengan Baznas Kota Yogya dan Bank BPD DIY.

Hasil kolaborasi itu menghadirkan jaminan sosial bagi 500 marbot masjid di Kota Yogyakarta selama periode Agustus 2025 hingga Januari 2026.

“Program ini kami rancang bukan hanya sebagai penguatan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen jaring pengaman sosial. Kami ingin para pekerja rentan tidak lagi merasa sendirian saat menghadapi risiko hidup,” imbuh Hasto.

Baca juga  Geliat Ojek Kambing Pasar Hewan Munggi Semanu: Tradisi Unik yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Hasto menilai, kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Karena itu, Pemkot Yogyakarta melibatkan RT, RW, kelurahan, hingga komunitas dalam kampanye pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sosialisasi tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga merambah pedagang pasar, pekerja seni, seniman jalanan, hingga relawan kampung.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu gotong royong, partisipasi, dan kolaborasi. Karena itu, kami selalu menggandeng komunitas, dunia usaha, dan lembaga keuangan agar perlindungan sosial benar-benar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat pekerja,” ungkapnya.

Dengan strategi yang terukur, inovasi yang terus berjalan, serta kolaborasi yang makin luas, Pemkot Yogyakarta menargetkan peningkatan signifikan dalam coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2025.

Hasto optimistis, capaian ini akan menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang benar-benar melindungi warganya, bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam jaminan sosial yang menyelamatkan kehidupan pekerja dari berbagai risiko.

“Yogyakarta harus berdiri di garis depan sebagai kota yang memberi perlindungan menyeluruh. Kami ingin memastikan tidak ada pekerja yang luput dari jaminan sosial,” tandas Hasto. (ef linangkung)

Baca juga  UAD Dampingi 3 Kampung Lewat Program One Village One Sister University

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya