
KabarJawa.com— Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir langsung dalam kegiatan Penyuluhan Pencegahan Peredaran dan Penggunaan Minuman Keras bagi warga Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Selasa (25/11/2025).
Dengan suara mantap, ia membuka acara yang diikuti sekitar 30 peserta dari unsur Kokam, Linmas, serta tokoh masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa bahaya miras kini berada di depan mata dan harus dihadapi bersama.
Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edi Basuki, menegaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk peredaran miras. Ia meminta warga tidak bersikap pasif, melainkan hadir sebagai mata dan telinga lingkungan.
Edi Basuki juga berharap masyarakat dapat berperan aktif mempersempit ruang gerak para pengedar. Ia menekankan bahwa distribusi minuman beralkohol hanya boleh berlangsung di tempat yang sudah mengantongi izin resmi.
“Kami ingin masyarakat tidak ragu mendukung penegakan aturan,” ujarnya.
Ancaman Peredaran Miras
Ketika tiba giliran Wakil Bupati Joko Parwoto menyampaikan sambutan, suasana berubah semakin emosional. Ia menyebut tema penyuluhan ini sangat relevan dengan kondisi sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa peredaran dan penyalahgunaan miras bukan sekadar pelanggaran, tetapi ancaman serius yang merusak sendi-sendi kehidupan.
Joko Parwoto menjelaskan bahwa dampak miras meluas hingga ke berbagai aspek: gangguan kesehatan, potensi kekerasan dalam rumah tangga, keributan antarpemuda, bahkan merosotnya produktivitas generasi muda.
“Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena minuman keras,” katanya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak dapat bekerja sendirian. Ia menyebut bahwa upaya pencegahan harus berlangsung dari tingkat keluarga, lingkungan RT/RW, hingga kalurahan.
Ia menilai bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan suasana aman dan sehat.
“Pengawasan harus dimulai dari rumah sendiri. Keluarga harus menjadi benteng pertama yang mengingatkan, menasihati, dan menjaga anak-anak kita dari bahaya miras,” ujarnya.
Revitalisasi Siskamling
Pada bagian paling krusial, Joko Parwoto kembali menyoroti peran Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Selama ini masyarakat lebih mengenal Siskamling sebagai upaya mencegah kejahatan umum.
Namun, menurutnya, Siskamling memiliki fungsi jauh lebih luas, termasuk mencegah peredaran miras yang sering terjadi secara sembunyi-sembunyi di tingkat lingkungan kecil.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan revitalisasi Siskamling. Ketua RT/RW, kader masyarakat, dan tokoh lokal diminta menghidupkan kembali pos-pos ronda dan membangun sistem pengawasan terpadu.
“Mari kita hidupkan kembali semangat kegotongroyongan. Siskamling harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kita dari ancaman miras,” tegasnya
Wakil Bupati mengajak seluruh peserta penyuluhan membangun masa depan Gunungkidul yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari jeratan miras.
Ia percaya bahwa upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak, remaja, dan seluruh warga.
“Kita semua memiliki peran. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa Gunungkidul yang kita wariskan,” pungkasnya. (ef linangkung)