Usai Gempa Dangkal Magnitudo 5,5 Berpusat di Bantul, BMKG Mencatat 22 Gempa Susulan dalam Dua Jam

Bagikan :
Gempa Dangkal di Bantul/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Tanah di selatan Yogyakarta kembali mengirimkan peringatan keras pada Selasa siang, 27 Januari 2026. Getaran gempa bumi dangkal mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, memaksa warga menghentikan aktivitas dan keluar dari bangunan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rangkaian gempa susulan yang menyusul peristiwa utama, menandai aktivitas intens di sepanjang Sesar Opak.

Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pada pukul 13.15.32 WIB. BMKG menganalisis gempa dengan magnitudo terkini M4,5 dan menentukan pusat gempa berada di darat, tepatnya 16 kilometer arah timur Bantul. Gempa ini memiliki kedalaman dangkal 11 kilometer, sehingga getarannya terasa jelas di berbagai wilayah.

Gempa Dangkal di Bantul

BMKG menjelaskan bahwa gempa dangkal ini muncul akibat aktivitas Sesar Opak, zona patahan aktif yang membentang di selatan Yogyakarta dan sekitarnya.

Karakter gempa dangkal menyebabkan gelombang seismik menjalar kuat ke permukaan, meskipun magnitudonya tergolong menengah.

Getaran gempa terasa di Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan intensitas III MMI, yang ditandai dengan sensasi seperti truk bermuatan berat melintas.

Baca juga  Rekomendasi Tempat Liburan di Jogja Buat Kamu yang Mau Liat View Indah Tapi Gak Mau Capek

Warga di Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang turut merasakan getaran ringan dengan intensitas II MM.

BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, karena mekanisme sumber gempa terjadi di darat dan tidak melibatkan deformasi dasar laut.

Usai gempa utama, bumi Bantul tidak langsung tenang. Hingga pukul 14.50 WIB, BMKG mencatat 22 kali gempa susulan (aftershock). Ini terjadi secara beruntun dalam rentang waktu kurang dari dua jam.

Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo kecil hingga sedang, namun tetap menunjukkan aktivitas tektonik yang aktif. Gempa susulan pertama terjadi hanya beberapa menit setelah gempa utama, dengan magnitudo 1,2 pada pukul 13.21 WIB di wilayah timur Bantul.

Selanjutnya, gempa bermagnitudo 2,0 tercatat pada pukul 13.20 WIB di timur laut Bantul dan menjadi gempa susulan terbesar dalam rangkaian awal.

Aktivitas seismik terus bergeser dan menyebar ke wilayah Gunungkidul, Klaten, dan Sleman, dengan kedalaman bervariasi antara 3 hingga 19 kilometer.

Gempa susulan bermagnitudo 2,4 tercatat pada pukul 13.53 WIB di barat laut Gunungkidul dan menjadi salah satu yang paling terasa dalam fase susulan.

Baca juga  Hari Kesehatan Nasional ke-61, Dinas Kesehatan Gunungkidul Gelar Minum Tablet Penambah Darah untuk Cegah Anemia pada Remaja

Hingga sore hari, BMKG memastikan bahwa seluruh gempa susulan tersebut tidak memicu potensi tsunami dan masih tergolong wajar dalam proses pelepasan energi pascagempa utama.

Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Tetap Waspada

Sampai laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi di Bantul dan sekitarnya.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan berikutnya.

BMKG meminta warga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak, memeriksa struktur rumah, serta mengikuti prosedur keselamatan gempa bumi. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi yang beredar di media sosial.

BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi resmi gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

  • Media sosial @infoBMKG
  • Situs resmi bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id
  • Kanal Telegram InaTEWS_BMKG
  • Aplikasi seluler WRS-BMKG dan InfoBMKG

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menekankan bahwa rangkaian gempa susulan merupakan bagian dari proses alam dan mencerminkan upaya bumi menstabilkan energi di sepanjang Sesar Opak.

Baca juga  Festival Lampion Waisak 2025 di Candi Borobudur, Perayaan Sakral dengan Cahaya Perdamaian

“Kesadaran, kesiapsiagaan, dan literasi kebencanaan menjadi kunci utama keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Gempa dangkal di Bantul kembali mengingatkan bahwa wilayah selatan Yogyakarta berada di zona aktif tektonik. Di tengah ketenangan yang perlahan kembali, bumi masih menyimpan energi yang sewaktu-waktu dapat bergerak. Kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan keharusan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?