
KabarJawa.com – Wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam rentang waktu sekitar 20 detik pada Sabtu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 15.51 WIB. Guncangan tersebut membuat warga panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi @infoBMKG melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 1,7 dengan pusat gempa berada di 104 kilometer barat daya Bantul, pada koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 110,19 Bujur Timur, dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG menyebutkan informasi tersebut bersifat sementara dan dapat diperbarui sesuai kelengkapan data.
Kesaksian Warga di Patuk
Warga Padukuhan Putat, Kapanewon Patuk, Sri Harmini, mengaku merasakan getaran saat sedang beristirahat di dalam kamar.
“Awalnya tembok kamar bergetar. Getaran pertama belum begitu terasa, tapi yang kedua lebih kuat,” ujarnya.
Ia kemudian keluar rumah bersama dua cucunya untuk mengantisipasi gempa susulan. Warga lain di Patuk, Nardi, juga merasakan tiga kali guncangan, dengan getaran ketiga dirasakan lebih lemah.
“Saya sedang di teras. Getarannya terasa jelas, meski yang ketiga lebih kecil,” katanya.
Sebagian warga memilih bertahan di luar rumah selama beberapa menit hingga situasi dinyatakan aman.
Getaran Terasa di Beberapa Wilayah
Guncangan gempa juga dirasakan di wilayah Kapanewon Semin, Gunungkidul bagian timur laut. Ardi, warga setempat, menyebut getaran berlangsung singkat namun terasa jelas.
Getaran serupa dirasakan hingga wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul, serta kawasan Janti di perbatasan Kota Yogyakarta.
BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Belum ada laporan kerusakan yang masuk,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, menghindari bangunan yang berpotensi mengalami keretakan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.