
KabarJawa.com– Setelah melalui proses panjang dan penuh dinamika, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya berhasil mencapai titik terang dalam rencana besar penataan kawasan wisata Pantai Sepanjang.
Mediasi kedua pada Jumat (7/11/2025) antara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan perwakilan pedagang pantai berakhir dengan kesepakatan yang menggembirakan.
Mediasi tentang Penataan Kawasan Wisata Pantai Sepanjang
Suasana tegang yang sempat menyelimuti pertemuan-pertemuan sebelumnya akhirnya mencair. Seluruh pihak menandatangani kesepakatan bersama.
Ini menjadi dasar hukum dan moral untuk melanjutkan proses pembangunan dan penataan kawasan Pantai Sepanjang.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menjelaskan bahwa mediasi kali ini berhasil merumuskan beberapa poin krusial.
Salah satunya, para pedagang menyatakan kesediaan penuh untuk direlokasi ke tempat baru yang telah disiapkan pemerintah.
Mereka juga sepakat untuk tidak lagi berjualan di bibir pantai yang selama ini menjadi area rawan tumpang tindih aktivitas wisata dan perdagangan.
“Kesepakatan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kesadaran bersama untuk membangun kawasan wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Kami sangat mengapresiasi sikap terbuka para pedagang dan Pokdarwis yang akhirnya memahami arah kebijakan pemerintah,” ujar Rakhmadian.
Relokasi Pedagang dan Pembangunan
Rakhmadian mengungkapkan bahwa pada Senin (10/11/2025), tim DPUPRKP akan melakukan pengukuran ulang lokasi relokasi sekaligus menyerahkan 109 surat pernyataan bermaterai dari para pedagang.
“Rencananya, pembangunan jalan akses dan lapak pedagang dimulai pada Rabu (13/11/2025) bersamaan dengan penataan area parkir baru. Kami ingin semua proses berjalan cepat, terarah, dan memberi manfaat nyata bagi semua pihak,” tegasnya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat, Pemkab Gunungkidul memberikan kelonggaran bagi pedagang untuk tetap berjualan hingga 7 Januari 2026.
Setelah tanggal tersebut, seluruh lapak di area lama harus sudah dikosongkan agar pembangunan berjalan tanpa hambatan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses pembangunan tidak akan mengganggu kenyamanan wisatawan. Untuk itu, jadwal pekerjaan disusun dengan cermat.
Seluruh aktivitas pembangunan berjalan setiap Senin hingga Jumat, sedangkan akhir pekan (Sabtu dan Minggu) tetap untuk aktivitas wisata dan perdagangan.
“Kami sadar, Pantai Sepanjang adalah salah satu ikon wisata pantai di Gunungkidul. Maka dari itu, seluruh proses harus berjalan dengan tertib, tanpa mengurangi daya tarik wisata. Kami ingin pengunjung tetap nyaman dan para pelaku usaha tetap bisa berjualan,” tambah Rakhmadian.
Langkah besar ini bukan sekadar penataan fisik, melainkan juga upaya menyeluruh untuk membangun wajah baru pariwisata Gunungkidul.
Pemerintah berharap kawasan Pantai Sepanjang akan tampil lebih indah, tertib, dan berkelas, sekaligus menjadi contoh bagi pengelolaan wisata pantai lainnya di wilayah selatan DIY.
“Penataan ini akan mempercantik kawasan, memperkuat daya tarik wisata, dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Kami ingin Pantai Sepanjang menjadi destinasi yang tidak hanya elok dipandang, tapi juga nyaman, bersih, dan berkelanjutan,” pungkas Rakhmadian. (ef linangkung)