
KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menegaskan komitmennya terhadap integritas akademik dengan melakukan penelusuran dan investigasi internal terkait keterlibatan sejumlah mahasiswa dalam penulisan abstrak serta presentasi pada beberapa konferensi internasional bidang kedokteran yang belakangan menjadi perbincangan di media sosial. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penggunaan afiliasi universitas dalam sejumlah publikasi tersebut tidak dilakukan dalam kerangka kegiatan resmi kampus.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan, UAJY menemukan keterlibatan empat mahasiswa program sarjana, terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi dan satu mahasiswa Program Studi Manajemen. Keempat mahasiswa tersebut diketahui bergabung dengan sebuah komunitas eksternal bernama The Pranala Institute yang namanya tercantum dalam sejumlah abstrak yang beredar luas.
Universitas menjelaskan bahwa komunitas tersebut berbeda dengan Pranala Institute yang berbasis di Surabaya dan sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi terkait persoalan ini. Melalui komunitas eksternal tersebut, para mahasiswa memperoleh tawaran untuk mengikuti konferensi internasional dengan berbagai manfaat yang dijanjikan, termasuk peluang mendapatkan travel grant guna menghadiri kegiatan akademik di luar negeri.
Investigasi Ungkap Ketidaksesuaian Kontribusi dan Status Penulis
Dari hasil pendalaman yang dilakukan universitas, diketahui bahwa para mahasiswa menganggap keterlibatan mereka sebagai bagian dari aktivitas akademik yang sah dan dapat mendukung pengembangan kapasitas diri. Namun, hasil investigasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kontribusi yang diberikan dengan posisi mereka sebagai penulis dalam publikasi yang diajukan.
UAJY menyebutkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses penyusunan abstrak, pengiriman naskah (submission), registrasi konferensi, maupun presentasi tidak sebanding dengan status authorship yang kemudian dicantumkan dalam sejumlah abstrak dan poster publikasi internasional tersebut.
Temuan tersebut mendorong universitas untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pemahaman mahasiswa mengenai standar akademik yang berlaku secara internasional, khususnya terkait etika penelitian, kepenulisan ilmiah, konferensi akademik, dan tata kelola publikasi.
Menurut hasil penelusuran internal, kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas yang kemudian berdampak pada nama institusi.
UAJY Tegaskan Tidak Pernah Memberikan Penugasan Resmi
Dalam klarifikasinya, UAJY menegaskan bahwa keterlibatan para mahasiswa tersebut sama sekali tidak dilakukan atas dasar penugasan resmi dari universitas. Kampus juga menyatakan tidak memberikan persetujuan, bimbingan dosen, maupun dukungan dalam bentuk program penelitian terkait publikasi yang dimaksud.
Merujuk pada sejumlah dokumen abstrak dan poster publikasi yang telah ditelusuri, universitas menduga bahwa pelibatan mahasiswa serta pencantuman afiliasi kampus digunakan untuk memperkuat legitimasi dalam upaya memperoleh travel grant yang menjadi tujuan kegiatan tersebut.
Atas dasar itu, UAJY menyampaikan sejumlah penegasan. Pertama, universitas tidak pernah memberikan mandat, penugasan, ataupun penunjukan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mewakili institusi dalam konferensi internasional tersebut.
Kedua, UAJY tidak terlibat dalam proses penyusunan, pengiriman, maupun pengelolaan abstrak dan poster konferensi yang dilakukan melalui komunitas eksternal tersebut.
Ketiga, penggunaan afiliasi universitas dalam publikasi akademik wajib mengikuti kode etik yang berlaku bagi mahasiswa maupun dosen. Setiap penggunaan afiliasi tanpa koordinasi serta tanpa dasar akademik yang memadai akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus.
Pembinaan dan Sanksi Akademik Akan Diberikan
Sebagai tindak lanjut, UAJY menyatakan akan memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa yang terlibat dengan tetap mengedepankan pendekatan pembinaan. Langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa memahami secara lebih mendalam prinsip integritas akademik, etika penelitian, serta tanggung jawab sebagai penulis dalam publikasi ilmiah.
Universitas menegaskan bahwa evaluasi terhadap mahasiswa akan dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Selain itu, sanksi lanjutan akan diberikan oleh pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, kampus juga tengah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh publikasi yang mencantumkan afiliasi UAJY dalam kasus tersebut. Apabila ditemukan penggunaan afiliasi yang tidak sesuai dengan ketentuan institusi, universitas akan menyampaikan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Integritas Akademik Menjadi Nilai Fundamental Kampus
UAJY menegaskan bahwa integritas akademik merupakan nilai mendasar yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika. Karena itu, universitas memandang penting untuk tidak hanya melakukan penegakan aturan, tetapi juga memberikan pembinaan kepada mahasiswa agar terhindar dari praktik-praktik yang berpotensi menyesatkan atau tidak sesuai dengan standar keilmuan yang berlaku secara umum.
Ke depan, universitas akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh aktivitas akademik yang mengatasnamakan UAJY dilaksanakan secara bertanggung jawab, transparan, dan selaras dengan prinsip-prinsip etika akademik.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus dalam menjaga kredibilitas institusi serta memastikan setiap bentuk publikasi ilmiah yang menggunakan afiliasi universitas dilakukan melalui mekanisme akademik yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.