UAJY dan Paroki Kristus Raja Baciro Gelar Workshop Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan bagi Umat

Bagikan :
UAJY bersama Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta menggelar workshop kesehatan mental dan pencegahan kekerasan yang diikuti lebih dari 100 peserta.

KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Gereja Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta mengadakan workshop bertema kesehatan mental serta pencegahan dan penanganan kekerasan pada Minggu (08/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Panti Paroki Gereja Kristus Raja Baciro ini menjadi ruang edukasi bagi umat untuk memahami isu kesehatan mental sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sosial.

Kegiatan ini digagas melalui kolaborasi UAJY dengan Tim Pelayanan Ibu-ibu Paroki. Melalui forum edukatif tersebut, peserta diajak untuk lebih memahami tanda-tanda gangguan kesehatan mental serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah maupun menangani kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat.

Diikuti Lebih dari 100 Peserta dari Lingkungan Paroki

Workshop ini diikuti oleh 102 peserta yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan Paroki Baciro. Para peserta terdiri dari ibu-ibu perwakilan lingkungan, para suster dari sejumlah kongregasi yang berada di wilayah paroki, serta pengurus dan umat Gereja Kristus Raja Baciro.

Materi disampaikan oleh tim dari UAJY yang melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta Tim Pusat Bantuan dan Konsultasi Hukum (PBKH). Para narasumber terdiri dari dosen dan mahasiswa yang aktif dalam program advokasi serta edukasi terkait perlindungan terhadap korban kekerasan.

Baca juga  Cinta di Hari Kasih Sayang, Dwi Antar Makanan untuk Warga Rentan Gunungkidul

Kehadiran akademisi dan praktisi dalam workshop ini diharapkan dapat memberikan perspektif komprehensif mengenai isu kesehatan mental sekaligus aspek hukum yang berkaitan dengan kekerasan.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendampingi Generasi Muda

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY, Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendampingi generasi saat ini yang tumbuh di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang cepat.

“Mendidik generasi saat ini merupakan tantangan tersendiri. Jika kita kurang memahami cara mendampingi mereka, kita bisa terkejut dengan berbagai situasi yang muncul dan bahkan menimbulkan dampak yang tidak pernah dibayangkan oleh para orang tua,” ujar Agus.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai kondisi psikologis anak dan remaja menjadi hal penting agar orang tua mampu memberikan pendampingan yang tepat.

Komunikasi Orang Tua Dapat Berdampak pada Kondisi Psikologis Anak

Ketua Satgas PPKPT UAJY, Theresia Diyah Wulandari, S.Fil., M.M., Ph.D., juga menekankan pentingnya kehati-hatian orang tua dalam berkomunikasi dengan anak.

Ia menjelaskan bahwa bahasa dan sikap yang digunakan dalam proses pengasuhan dapat memberi dampak signifikan terhadap kondisi psikologis anak, bahkan berpotensi menimbulkan trauma jika tidak dilakukan dengan tepat.

Baca juga  Truk Molen Hantam Dua Motor: Tiga Nyawa Melayang di Jalan Bedoyo–Baran, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

“Bahasa dan sikap yang digunakan orang tua harus dipilih dengan hati-hati. Kesalahan dalam berkomunikasi bisa menimbulkan trauma pada anak, bahkan dalam beberapa kasus dapat berimplikasi pada persoalan hukum,” jelas Theresia.

Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan nilai-nilai moral, tetapi juga melibatkan sensitivitas emosional dalam membangun relasi antara orang tua dan anak.

Peserta Belajar Mengenali Bentuk Kekerasan dan Cara Mencegahnya

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis kekerasan yang dapat terjadi di masyarakat. Bentuk kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual, hingga perundungan atau bullying.

Selain memahami bentuk-bentuk kekerasan, peserta juga diperkenalkan dengan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan jika berada dalam situasi tersebut.

Salah satu metode yang dikenalkan kepada peserta adalah konsep “BANTU” yang dapat diterapkan ketika seseorang menjadi saksi tindakan kekerasan. Metode tersebut terdiri dari beberapa langkah, yakni Berani menegur pelaku, Alihkan perhatian, Ngajak orang lain membantu, Tunggu situasi reda, dan Upayakan merekam kejadian.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah tindakan kekerasan sekaligus memberikan perlindungan bagi korban.

Pentingnya Proses Hukum dan Pendampingan Korban

Tim PBKH UAJY juga memberikan pemaparan terkait aspek hukum dalam penanganan kasus kekerasan. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya visum sebagai alat bukti dalam proses pelaporan.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1 Km Sabtu Petang, Warga Diminta Waspada Tingkat Siaga

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan langkah awal penanganan korban, seperti separate dan investigate, yang bertujuan memastikan korban berada dalam kondisi aman sebelum proses penyelidikan lebih lanjut dilakukan.

Pendekatan lain yang juga dijelaskan adalah metode Look, Listen, Link (LLL) serta initiate first aid, yang digunakan sebagai bentuk pertolongan pertama bagi korban kekerasan sebelum mendapatkan bantuan lanjutan dari pihak yang berwenang.

Apresiasi dari Paroki Baciro

Romo Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta, Rm. Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya para ibu yang memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga.

“Kegiatan seperti ini tentu sangat bermanfaat, khususnya bagi para ibu dalam mendampingi keluarga. Kami berharap ke depan dapat terus menjalin kerja sama dengan UAJY melalui berbagai kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Romo Andreas.

Ia juga menambahkan bahwa UAJY bukan institusi yang asing bagi umat Paroki Baciro, sehingga kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya