Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1 Km Sabtu Petang, Warga Diminta Waspada Tingkat Siaga

Bagikan :
Ilustrasi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Sabtu Petang/Foto: BNPB

KabarJawa.com– Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 1 kilometer dari puncak gunung pada Sabtu petang, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.40 WIB. Lalu, awan mengarah ke sektor barat daya atau hulu Kali Boyong.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari aktivitas erupsi efusif yang masih berlangsung hingga saat ini.

Awan Panas Guguran Merapi Sabtu Petang

Ia menyebutkan bahwa awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 43,95 mm dengan durasi mencapai 133,69 detik.

Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi cuaca mendung disertai hujan yang mengguyur kawasan Merapi. Angin bertiup lemah ke arah timur dan selatan.

Suhu udara berkisar antara 18,7 hingga 20,5 derajat Celsius serta tingkat kelembaban yang sangat tinggi, mencapai hampir 100 persen.

Curah hujan tercatat sebesar 20 mm per hari, kondisi yang turut meningkatkan potensi bahaya sekunder seperti lahar hujan.

Secara visual, pengamat melaporkan bahwa puncak gunung sempat terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah tampak berwarna putih dengan intensitas tebal dan tekanan lemah, menjulang setinggi kurang lebih 25 meter dari puncak.

Baca juga  Merapi dalam Sepekan, Luncurkan Awan Panas Guguran dan Kubah Lava Alami Perubahan

Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, aktivitas kegempaan menunjukkan dinamika yang cukup intens.

Petugas mencatat satu kejadian awan panas guguran, 47 kali guguran lava, 18 gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa vulkanik dangkal. Guguran lava juga terpantau meluncur ke arah Kali Krasak dengan jarak maksimum mencapai 1.700 meter.

Agus Budi Santosa menjelaskan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung.  Kondisi ini berpotensi memicu awan panas guguran susulan, terutama di sektor selatan hingga barat daya. Oleh karena itu, pihaknya mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi Bahaya

BPPTKG menetapkan sejumlah wilayah sebagai zona potensi bahaya. Guguran lava dan awan panas berpotensi terjadi di Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius 3 kilometer dari puncak.

Baca juga  Wisata Bumi Merapi: Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Pihak berwenang secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah berbahaya.

Warga juga sebaiknya menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, terutama saat hujan turun, karena potensi lahar dan awan panas guguran dapat meningkat secara tiba-tiba.

Selain itu, masyarakat di sekitar lereng Merapi perlu mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Penggunaan masker dan perlindungan diri menjadi langkah penting.

BPPTKG menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi secara intensif.

Jika terjadi perubahan signifikan, pihaknya akan segera meninjau kembali tingkat aktivitas dan mengeluarkan rekomendasi terbaru demi keselamatan masyarakat.

Awan panas guguran Sabtu petang ini kembali menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas vulkanik yang dinamis. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid