Transformasi Lahan Parkir ABA: Langkah Strategis Pemda DIY Wujudkan Malioboro yang Ramah Lingkungan dan Berbudaya

Bagikan :
Jalan Malioboro/Foto: Wikipedia

KABARJAWA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengambil langkah cepat dan strategis untuk menata ulang kawasan Malioboro dengan mengakhiri pemanfaatan lahan parkir ABA.

Masa kontrak lahan tersebut resmi berakhir pada 13 Mei 2025. Menindaklanjuti hal itu, Pemda DIY langsung melakukan pemagaran area eks-parkir ABA pada 19 Mei 2025 sebagai tahapan awal relokasi.

Langkah ini bukan hanya menandai berakhirnya operasional lahan parkir ABA, tetapi juga membuka lembaran baru transformasi kawasan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Proses Transisi

Pemagaran menjadi simbol mulainya proses transisi bagi para juru parkir (jukir) dan pedagang kaki lima (PKL). Selama ini, mereka menggantungkan mata pencaharian di sana.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan bahwa relokasi ini merupakan bagian dari strategi besar penataan kawasan Malioboro yang selama ini menjadi ikon budaya dan pariwisata Yogyakarta.

Pemerintah berupaya menghadirkan ruang kota yang lebih hijau, tertib, dan relevan dengan fungsi kultural serta pariwisata Malioboro.

“Penataan ini tidak hanya menjawab kebutuhan transportasi dan tata ruang, tapi juga menjadi langkah konkret untuk menjadikan Malioboro sebagai kawasan yang selaras dengan identitas Yogyakarta sebagai kota budaya,” tegas Erni.

Baca juga  Rute Alternatif & Jadwal Buka Jalan Malioboro Hari Ini: Tutup Sementara karena Pawai Ogoh-Ogoh

Transformasi Lahan Parkir ABA

Setelah proses pembongkaran selesai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY akan mengalihfungsikan lahan tersebut menjadi RTH yang inklusif dan representatif.

Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemda DIY dalam menyediakan ruang publik yang ramah lingkungan, memperkuat nilai budaya, dan mendukung pembangunan kota berkelanjutan.

DLHK DIY merancang RTH di eks-lahan ABA dengan mengintegrasikan tiga zona utama: zona publik, zona sosial, dan zona alam. Sekitar 55 persen dari total area akan menjadi tutupan hijau, yang mampu menampung hingga 1.000 pengunjung sekaligus.

Lahan seluas ±7.000 meter persegi itu saat ini tengah dalam proses pengukuran ulang oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) bersama pihak Keraton Yogyakarta.

Yang membedakan RTH ini dari ruang terbuka lain adalah pendekatan desain yang mengedepankan unsur budaya. DLHK DIY akan menanam pohon-pohon endemik yang memiliki nilai filosofis dan simbolis kuat, yang selaras dengan kearifan lokal Yogyakarta.

Konsep ini turut mendukung pelestarian Sumbu Filosofi yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Baca juga  Kebakaran Tiga Gerbong Kereta di Stasiun Tugu Jogja, Penyebab Masih Diselidiki

RTH eks-parkir ABA tidak hanya hadir sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan interaksi budaya. Pemerintah menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) akan rampung pada 2025 dengan dukungan penuh Dana Keistimewaan (Danais).

Proses pembangunan fisik akan dimulai setelah DED selesai, diproyeksikan berlangsung pada akhir 2025 atau awal 2026.

“Pemda DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen penuh untuk mendampingi seluruh pihak terdampak selama masa transisi ini. Kami ingin memastikan bahwa proses ini berjalan lancar dan inklusif, serta didukung penuh oleh masyarakat,” tutup Erni.

Transformasi lahan parkir ABA menjadi RTH tidak hanya merepresentasikan perubahan fisik kota. Namun, ini juga menjadi simbol komitmen kuat Yogyakarta dalam merawat harmoni antara lingkungan, budaya, dan masyarakat.

Kawasan hijau ini akan menjadi ruang publik yang membanggakan dan mewarisi nilai-nilai luhur kota Yogyakarta untuk generasi mendatang. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya