
KabarJawa – Suasana malam yang semula tenang di Padukuhan Karangmojo 2, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, mendadak berubah mencekam.
Api tiba-tiba membakar dapur milik Karno (72), seorang pensiunan, pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Warga yang tengah beristirahat panik ketika melihat kobaran api menjilat atap dapur rumah tersebut.
Kebakaran terjadi ketika Karno meninggalkan rumah dalam keadaan tungku tradisional masih menyisakan bara. Menurut Kepala UPT Damkar Gunungkidul, Handoko, dugaan sementara menunjukkan bahwa api berasal dari sisa bara yang digunakan untuk merebus air.
Bara kecil itu kemudian menyulut tumpukan kayu kering di sudut dapur dan dengan cepat berubah menjadi kobaran besar.
Warga yang melihat percikan api semakin membesar berteriak meminta pertolongan, sementara sebagian lainnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, angin malam yang cukup kencang membuat api semakin berkobar dan sulit dikendalikan.
Damkar Karangmojo Jinakkan Api, Kerugian Rp 10 Juta
Petugas Postu Damkar Karangmojo segera bergerak setelah menerima laporan warga. Mereka tiba di lokasi dengan mobil pemadam dan langsung melakukan penyemprotan intensif ke titik api.
Petugas berhasil memutus jalur merembetnya api ke ruang lain dan memastikan kobaran benar-benar padam.
“Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta,” ujar Handoko.
Ia menegaskan bahwa dapur milik Karno ludes terbakar, menyisakan puing-puing arang dan peralatan masak yang hangus. Keluarga Karno hanya bisa pasrah menyaksikan tempat memasak sehari-hari mereka berubah menjadi puing.
Handoko kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan tungku tradisional.
Ia meminta warga memastikan bara dan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, terutama pada malam hari, agar musibah serupa tidak kembali terjadi.