
Yogyakarta, KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat tata kelola klirens etik dalam pelaksanaan penelitian di lingkungan kampus.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kebijakan dan Manajemen Klirens Etik yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UAJY, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Diskusi, Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas, UAJY. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas mempersiapkan sistem penilaian ethical clearance, khususnya bagi proposal penelitian yang diajukan dosen.
UAJY Siapkan Reviewer Klirens Etik Penelitian
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari BRIN, yakni Wiku Lulus Widodo, M.Eng., dan Nurfadhlini, S.Si., M.M. Keduanya memberikan materi mengenai kebijakan dan manajemen klirens etik untuk sejumlah bidang penelitian, mulai dari kimia, bio risiko, kesehatan, sosial hingga hukum.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dokumen dan persyaratan yang diperlukan dalam proses pengajuan klirens etik melalui BRIN.
Kegiatan tidak hanya diikuti dosen dari berbagai fakultas di UAJY. Sejumlah perwakilan Komisi Etik dari Soegijapranata Catholic University (SCU), STIKES Panti Rapih, dan Universitas Sanata Dharma turut mengikuti pelatihan tersebut.
Ketua LPPM UAJY, Prof. Dr. I Putu Sugiartha Sanjaya, S.E., M.Si., Ak., C.A., mengatakan pelatihan ini diperlukan karena penerapan ethical clearance merupakan hal baru di UAJY.
“Ethical clearance ini adalah sesuatu yang baru di Atma Jaya yang akan diimplementasikan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Oleh karena itu ada semacam sosialisasi atau penguatan kapasitas bagi calon-calon reviewer yang akan melakukan penilaian terhadap ethical clearance dari sebuah proposal yang diajukan oleh dosen,” ujarnya.
Menurut Putu, keberadaan klirens etik menjadi bagian penting untuk memastikan penelitian dilakukan dengan standar yang baik.
“Ethical clearance itu sangat penting supaya penelitiannya bisa berkualitas,” tegasnya.
BRIN Perkuat Pemahaman Tata Kelola Ethical Clearance
Selain meningkatkan pemahaman mengenai kebijakan klirens etik, pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas calon reviewer UAJY dalam melakukan penilaian proposal penelitian.
Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., menekankan pentingnya ketelitian dalam proses review. Menurutnya, pemahaman terhadap materi yang disampaikan BRIN diharapkan dapat membantu reviewer melakukan penilaian proposal secara lebih cermat dan bertanggung jawab.
“Terutama para reviewer ini, nanti betul-betul akan semakin hati-hati dalam me-review proposal penelitian tidak hanya asal main klik saja,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan BRIN tersebut, UAJY mulai memperkuat kesiapan kelembagaan dalam menerapkan tata kelola ethical clearance. Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun proses penilaian klirens etik yang lebih terarah dalam mendukung kegiatan penelitian di lingkungan UAJY.
Penguatan tata kelola ini diharapkan dapat membantu memastikan proposal penelitian dosen melalui proses penilaian yang lebih cermat, sekaligus mendorong pelaksanaan penelitian yang berkualitas dan memperhatikan aspek etika penelitian.***