
KabarJawa.com– Deburan ombak Pantai Drini yang biasanya memanjakan mata wisatawan berubah menjadi ancaman mematikan pada Sabtu siang (24/1/2026).
Tiga wisatawan asal Ngawi, Jawa Timur, terseret arus laut saat bermain air di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Peristiwa menegangkan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
Ketiga korban terdiri atas A (14), AM (17), dan S (45). Cuaca cerah dan laut yang tampak tenang membuat mereka turun ke bibir pantai dan mulai bermain air di area sebelah utara pulau karang Pantai Drini.
Tanpa peringatan, gelombang besar tiba-tiba muncul dari arah timur. Ombak itu langsung menghantam tubuh ketiga wisatawan. Arus kuat menyeret mereka menjauh dari garis pantai dan membawa ketiganya ke tengah laut dalam hitungan detik.
Wisatawan Terseret Arus Pantai Drini
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa arus di Pantai Drini sering kali bersifat menjebak dan sulit dikenali oleh wisatawan.
“Ketiga korban bermain air di sebelah utara pulau Pantai Drini. Saat mereka sedang asyik bermain, ombak besar datang tiba-tiba dan langsung menghantam serta menyeret mereka ke tengah,” ujar Surisdiyanto melalui sambungan telepon.
Teriakan minta tolong dari korban segera menarik perhatian petugas Satlinmas yang berjaga di sekitar pantai. Tanpa menunggu waktu lama, petugas langsung berlari menuju titik kejadian. Petugas menyiapkan tali tampar dan pelampung sebagai alat evakuasi darurat.
Dengan penuh kewaspadaan, petugas berenang mendekati korban dan melemparkan pelampung satu per satu. Arus kuat sempat menyulitkan proses penyelamatan.
Namun, koordinasi yang cepat dan pengalaman petugas membuat evakuasi berjalan lancar. Petugas kemudian menarik ketiga korban menuju tepi pantai menggunakan tali pengaman.
Kondisi Wisatawan
Setelah berhasil mencapai daratan, petugas segera membawa ketiga wisatawan tersebut ke Pos Satlinmas untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Petugas medis membersihkan luka lecet yang dialami korban dan memberikan pertolongan untuk mengatasi syok akibat kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil kami selamatkan. Mereka hanya mengalami luka lecet dan syok,” kata Surisdiyanto.
Setelah kondisi ketiga korban dinyatakan stabil, pihak keluarga langsung membawa mereka pulang untuk beristirahat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi kejadian tersebut kembali menjadi pengingat akan ganasnya karakter ombak pantai selatan.
Surisdiyanto mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pantai Drini maupun pantai selatan Gunungkidul agar selalu mematuhi aturan keselamatan.
Ia meminta wisatawan tidak bermain air terlalu ke tengah dan selalu memperhatikan rambu-rambu peringatan yang telah dipasang petugas.
“Gelombang di pantai selatan tidak bisa diprediksi. Kami mengimbau wisatawan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa Pantai Drini menyimpan potensi bahaya. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap imbauan petugas, dan pemahaman karakter laut selatan menjadi kunci agar wisata di Gunungkidul tetap aman dan menyenangkan. (ef linangkung)