
KABARJAWA– Dunia pendidikan kesehatan di Yogyakarta bersiap menyambut sebuah momentum penting. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Notokusumo Yogyakarta segera meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu di kawasan Jalan Bener, Tegalrejo.
Gedung baru ini akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan praktik mahasiswa kesehatan.
Langkah besar ini semakin mendapatkan sorotan publik setelah jajaran Yayasan Notokusumo dan pimpinan Stikes Notokusumo melakukan audiensi langsung dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, pada Selasa (2/9/2025).
Pertemuan Stikes Notokusumo dengan Wakil Gubernur DIY
Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, mereka secara resmi menyampaikan permohonan agar Sri Paduka berkenan meresmikan gedung laboratorium yang baru rampung dibangun.
KGPAA Paku Alam X menyambut permohonan tersebut dengan penuh apresiasi. Sri Paduka menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi, khususnya di bidang kesehatan, menjadi investasi besar bagi masa depan masyarakat Yogyakarta.
“Beliau sangat menyambut gembira. Sri Paduka mendorong agar kualitas perguruan tinggi di bawah Yayasan Notokusumo, salah satunya Stikes Notokusumo, bisa tumbuh menjadi perguruan tinggi maju. Harapannya, lulusan Stikes dapat berguna bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Stikes Notokusumo Yogyakarta, Taukhit, usai audiensi.
Dalam kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Notokusumo, Sedianto Soetio, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya melaporkan perkembangan yayasan, tetapi juga dengan penuh kerendahan hati meminta kesediaan Sri Paduka untuk hadir dalam peresmian.
“Kami sudah membangun suatu gedung baru yaitu Laboratorium Terpadu di Stikes Notokusumo. Kami mohon dengan sangat agar Sri Paduka berkenan meresmikan gedung tersebut,” ungkap Sedianto.
Peresmian Laboratorium
Sementara itu, Ketua Yayasan Notokusumo, Samudro Tjondronegoro, membeberkan bahwa acara peresmian akan berlangsung pada 10 September 2025.
Ia menekankan bahwa laboratorium terpadu ini akan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa.
“Gedung Laboratorium Terpadu Stikes Notokusumo berfungsi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, sekaligus memperkuat fasilitas praktik. Dengan adanya laboratorium ini, mahasiswa dapat menambah pengalaman nyata sebelum terjun langsung di tengah masyarakat,” tegas Samudro.
Keberadaan gedung baru ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan sebuah simbol tekad Stikes Notokusumo dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi. Dengan laboratorium modern, mahasiswa bisa berlatih keterampilan medis secara intensif dan aplikatif.
Bagi civitas akademika, gedung ini membawa motivasi baru. Semangat untuk terus mengembangkan mutu pendidikan kesehatan semakin menyala.
Harapan besar pun terletak pada generasi muda Stikes Notokusumo yang nantinya diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan kesehatan masyarakat di era modern.
“Peresmian gedung laboratorium akademika Stikes Notokusumo menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan di Yogyakarta tengah menapaki langkah maju menuju standar internasional,” ujarnya. (ef linangkung)