
KabarJawa.com – Industri film horor Indonesia kembali mendapat sorotan dengan hadirnya Sosok Ketiga: Lintrik, karya terbaru sutradara Fajar Nugros. Film yang diproduksi oleh LEO Pictures ini dijadwalkan tayang pada 6 November 2025 dan telah menarik perhatian publik sejak sesi Special Screening & Meet and Greet di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Minggu (2/11/2025).
Karya ini bukan sekadar suguhan menakutkan dengan penampakan gaib, melainkan eksplorasi mendalam terhadap sisi gelap manusia dan rasa takut terhadap diri sendiri. Melalui pendekatan psikologis yang kuat dan sentuhan mistik lokal, Lintrik berusaha menghadirkan pengalaman horor yang lebih personal dan reflektif.
Atmosfer Kelam dan Visual yang Artistik
Fajar Nugros dikenal sebagai sutradara yang kerap menggabungkan sinematografi realis dengan simbolisme budaya Jawa. Sentuhan itu terasa sangat kuat dalam Sosok Ketiga: Lintrik. Rumah tua yang menjadi pusat kisah film ini divisualisasikan seolah memiliki “jiwa” tersendiri. Pengambilan gambar yang detail dan permainan cahaya yang kelam namun indah membuat film ini menonjol secara artistik di tengah maraknya film horor Indonesia.
Film ini menghadirkan rasa takut yang tidak hanya berasal dari gangguan makhluk halus, tetapi juga dari konflik batin para tokohnya. Setiap adegan disusun untuk membangun ketegangan yang perlahan menekan psikologis penonton. Tak heran jika Lintrik disebut sebagai salah satu film horor lokal paling kuat secara atmosfer dan narasi di tahun ini.
Antusiasme Penonton di Yogyakarta
Suasana penuh semangat menyelimuti acara Special Screening & Meet and Greet di Plaza Ambarrukmo. Ribuan penonton memenuhi atrium utama mal untuk menyambut para pemeran utama seperti Adinda Thomas, Aulia Sarah, dan Dian Pelangi. Kehadiran mereka tak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bukti besarnya dukungan publik Yogyakarta terhadap karya film nasional bergenre horor misteri.
“Respons penonton Jogja benar-benar di luar ekspektasi kami. Antusias mereka luar biasa, dan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menghadirkan karya film berkualitas,” ujar Adinda Thomas disambut tepuk tangan penggemar. Ia juga menambahkan bahwa energi positif dari penonton di setiap kota menjadi bukti bahwa industri film horor Indonesia sedang tumbuh dengan menjanjikan.
Sementara itu, Aulia Sarah turut membagikan rasa bahagianya bisa kembali ke Yogyakarta. “Seneng banget lihat antusias teman-teman Jogja yang luar biasa. Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” ucapnya dengan senyum hangat.
Acara tersebut juga menjadi kesempatan bagi penggemar untuk berinteraksi langsung dengan para pemain. Suasana akrab dan penuh canda membuat momen itu terasa lebih personal, memperkuat hubungan antara pemain dan penonton.
Cerita Mistis yang Sarat Emosi
Sosok Ketiga: Lintrik mengisahkan Andin (Adinda Thomas), seorang wanita yang mulai merasakan keanehan setelah enam bulan menikah dengan Aryo (Wafda Saifan). Sejak awal, Pakde Bagyo (Nugie) sudah mencurigai bahwa pernikahan mereka berlangsung terlalu tergesa-gesa. Bersama Amara (Adzwa Aurel), adik Andin yang memiliki kemampuan spiritual warisan keluarga, mereka mulai melihat tanda-tanda ganjil yang mengusik ketenangan rumah tangga itu.
Kecurigaan mereka terbukti benar ketika terungkap bahwa Aryo ternyata memiliki hubungan dengan Naura (Aulia Sarah), seorang wanita kaya yang berusaha merebut Aryo sepenuhnya dengan menggunakan ilmu pelet Lintrik, kekuatan mistis berbahaya yang menyeret seluruh keluarga ke dalam teror tak berkesudahan.
Kisah ini bukan hanya tentang makhluk halus dan ritual mistik, tetapi juga soal pengkhianatan, cinta, dan perjuangan menghadapi rasa takut terdalam. Dengan narasi yang emosional dan misteri yang terus berkembang, film ini berpotensi memberikan pengalaman menonton yang menggugah sekaligus menegangkan.
Rangkaian Promosi Nasional
Setelah sukses menggelar Gala Premiere di Jakarta, tim produksi kini melanjutkan tur promosi ke berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Medan. Namun, Yogyakarta menjadi salah satu kota dengan sambutan paling meriah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jogja bukan hanya haus hiburan, tetapi juga memiliki apresiasi tinggi terhadap karya sinema lokal.
Dengan kombinasi mistisisme Jawa, teror psikologis, serta visual yang menawan, Sosok Ketiga: Lintrik menjadi salah satu film horor yang layak ditunggu tahun ini. Film ini tidak hanya berupaya menakut-nakuti penonton, tetapi juga mengajak mereka merenungkan sisi gelap dalam diri manusia di mana rasa takut terbesar mungkin bukan berasal dari makhluk gaib, melainkan dari batin sendiri.***