
KABARJAWA- Drama pelarian sopir Bank Jateng bernama Anggun berakhir. Setelah sepekan menjadi buronan karena nekat membawa kabur uang Rp10 miliar, polisi berhasil menangkapnya menjelang subuh di sebuah rumah baru di Dusun Pejaten, Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang, Gunungkidul.
Lurah Giriwungu, Tulus, mengungkap bahwa rumah yang dipakai Anggun untuk bersembunyi sebenarnya baru saja ia beli melalui seorang perantara. Pemilik asli rumah bernama Riyandi yang kini menetap di Kalimantan Timur.
“Anggun mematok harga rumah Rp150 juta, namun Pemilik rumah belum menerima sepeser pun. Semua uang masih dipegang perantara,” tegas Tulus.
Kejanggalan Rumah
Kisah itu makin janggal ketika keluarga pemilik rumah memberikan klarifikasi. Mereka menyebut harga asli rumah hanya Rp75 juta. Perantara beralasan menambah harga karena harus menanggung biaya perbaikan finishing. Fakta ini membuat transaksi rumah tersebut kian kusut.
Meski belum lunas, Anggun sudah nekat menempati rumah sejak Kamis malam. Ia membawa almari, kompor, kasur, hingga peralatan masak.
Ia datang bersama seorang pria paruh baya serta dua perempuan, satu berusia paruh baya, satunya remaja. Namun, warga tak pernah tahu status hubungan mereka.
“Dia itu sepertinya buru-buru mau tinggal di sana. Dan selama ini, Pintu rumah selalu tertutup rapat. Warga tidak pernah bisa berkomunikasi. Bahkan ketika ada yang mencoba mengetuk, tidak pernah dibuka,” jelas Tulus.
Senin dini hari menjadi malam paling mengejutkan bagi warga Pejaten. Deru mobil polisi memecah kesunyian, pasukan bersenjata mengepung rumah yang baru saja ditempati Anggun.
“Baru setelah penangkapan, kami mendapat penjelasan dari polisi dan Koramil. Semua barang milik Anggun seperti lemari, kasur, kompor, dan perabot langsung disita dan dibawa ke Surakarta,” ungkap Tulus.
Warga hanya bisa terperangah. Sosok pendiam yang baru menghuni rumah itu ternyata buronan yang membawa kabur uang Rp10 miliar.
Modus Sopir Bank Jateng Bawa Kabur 10M
Aksi Anggun berawal pada Senin, 1 September 2025. Ia mendapat tugas menjemput dana hampir Rp10 miliar dari Bank Jateng Cabang Solo. Dalam mobil pengangkut uang hanya ada tiga orang: seorang teller, Anggun sebagai sopir, dan seorang polisi yang bertugas mengawal.
Saat teller masuk ke bank untuk mengambil tambahan Rp1 miliar, polisi pengawal justru meninggalkan posnya untuk ke toilet. Dalam hitungan detik, Anggun memanfaatkan celah itu.
Ia berpura-pura memindahkan mobil agar tidak menghalangi parkir, tapi mobil justru melaju keluar bank sekitar pukul 12.20 WIB.
Rekaman CCTV mengabadikan aksi itu. Mobil pengangkut uang meninggalkan lokasi tanpa menunggu teller maupun polisi, membawa kabur dana segar Rp10 miliar. Sejak saat itu, kepolisian memburu Anggun besar-besaran hingga jejaknya berakhir di Gunungkidul. (ef linangkung)