
KabarJawa.com– Menjelang Lebaran, masyarakat berburu kebutuhan hari raya dan merencanakan berbagai kegiatan silaturahmi.
Di tengah kesibukan tersebut, muncul fenomena menarik di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Persewaan iPhone justru mengalami lonjakan pesanan yang signifikan.
Permintaan sewa iPhone di wilayah ini meningkat tajam menjelang hari raya. Banyak pelanggan memesan perangkat tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari dokumentasi kegiatan buka bersama hingga pembuatan konten media sosial.
Sewa iPhone di Gunungkidul Meningkat Jelang Lebaran
Persewaan iPhone di Kabupaten Gunungkidul mulai kebanjiran pesanan sejak awal bulan Ramadan. Pelanggan dari berbagai kalangan berdatangan untuk memesan perangkat jauh-jauh hari sebelum Lebaran tiba.
Pemilik persewaan Ras Kamera, Riyan Andi Setiyawan, mengaku sudah menerima banyak pesanan sejak awal bulan.
“Sejak awal bulan sudah ada sekitar 20 unit iPhone yang dibooking. Dari total 45 unit yang kami sediakan, sekarang hampir semuanya sudah tersewa,” kata Riyan saat ditemui di rumahnya di Playen.
Lonjakan pesanan ini membuat usaha persewaan miliknya semakin sibuk. Ia bahkan harus mengatur jadwal peminjaman agar semua pelanggan tetap terlayani.
Menurut Riyan, pelanggan biasanya memesan perangkat untuk beberapa hari, terutama menjelang momen-momen penting seperti buka bersama, libur Lebaran, hingga kegiatan keluarga.
Riyan menyediakan berbagai tipe iPhone yang dapat dipilih pelanggan sesuai kebutuhan. Ia menyewakan perangkat mulai dari seri iPhone XR hingga seri terbaru iPhone 17 Pro Max.
Harga sewa pun bervariasi tergantung tipe perangkat yang dipilih. Ia mematok tarif sewa mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 per hari. Seri iPhone terbaru tentu memiliki tarif sewa yang lebih tinggi dibanding seri lama.
Meski demikian, pelanggan tetap antusias menyewa perangkat tersebut. Banyak orang menganggap iPhone memiliki kualitas kamera lebih baik dan pengoperasian lebih mudah. Inilah yang membuat iPhone menjadi pilihan utama untuk membuat konten foto maupun video.
Menurut Riyan, sebagian besar pelanggan menyewa iPhone untuk mendokumentasikan kegiatan buka bersama atau membuat konten media sosial.
“Kebanyakan digunakan untuk bukber atau membuat konten. Banyak yang merasa iPhone lebih mudah digunakan,” jelasnya.
Tren berbagi momen di media sosial memang semakin kuat. Banyak anak muda ingin merekam kegiatan bersama teman, keluarga, maupun komunitas dengan kualitas gambar yang lebih baik. Karena tidak semua orang memiliki iPhone, menyewa perangkat menjadi solusi praktis.
Usaha Sewa iPhone Berawal dari Penyewaan Kamera
Ras Kamera yang berlokasi di Nogosari III, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen sebenarnya tidak langsung menyewakan iPhone sejak awal berdiri.
Usaha tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2018 dengan fokus pada penyewaan kamera. Namun seiring berjalannya waktu, pelanggan mulai sering menanyakan ketersediaan iPhone untuk kebutuhan dokumentasi.
Melihat peluang tersebut, Riyan kemudian mulai menambah unit iPhone dalam daftar layanan persewaannya. Keputusan tersebut terbukti tepat. Saat ini, permintaan sewa iPhone bahkan lebih tinggi daripada kamera.
“Kamera masih berjalan, tetapi sekarang justru lebih banyak yang menyewa iPhone,” ungkapnya.
Menyewakan perangkat elektronik bernilai tinggi tentu memiliki risiko tersendiri. Oleh karena itu, Riyan menerapkan sistem keamanan ganda untuk melindungi perangkat miliknya.
Ia tidak mengeluarkan akun iCloud dari perangkat sewaan. Selain itu, pelanggan juga harus meninggalkan identitas sebagai jaminan.
Penyewa dari luar daerah biasanya meninggalkan kartu identitas seperti KTP atau kartu pelajar. Meski demikian, risiko tetap ada. Riyan mengaku pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan ketika beberapa unit iPhone dibawa kabur oleh penyewa.
“Walaupun sudah ada sistem keamanan ganda, tetap ada saja yang membawa kabur. Sampai sekarang masih ada beberapa iPhone yang belum kembali,” ujarnya.
Pelanggan Menyewa untuk Kualitas Kamera yang Lebih Baik
Salah satu pelanggan, Rasyaddin, mengaku sengaja menyewa iPhone 17 Pro Max untuk mendokumentasikan kegiatan sehari-hari dan acara buka bersama dengan teman-temannya.
Ia merasa ponsel miliknya tidak mampu menghasilkan kualitas gambar maksimal. Menurutnya, kualitas kamera menjadi alasan utama banyak orang memilih iPhone untuk merekam momen penting.
“Saya menyewa iPhone untuk merekam kegiatan buka bersama. Kameranya jauh lebih bagus dibandingkan ponsel saya,” katanya.
Lonjakan permintaan sewa iPhone di Gunungkidul menjadi gambaran perubahan gaya hidup masyarakat di era digital. Kini, banyak orang tidak hanya ingin menikmati momen kebersamaan, tetapi juga ingin mengabadikannya dengan kualitas visual terbaik.
Kebutuhan tersebut melahirkan peluang usaha baru, termasuk persewaan perangkat premium seperti iPhone. Menjelang Lebaran, tren ini akan terus meningkat.
Momen berkumpul bersama keluarga dan teman menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk membuat dokumentasi yang menarik.
Bagi para pelaku usaha persewaan perangkat, situasi ini tentu menjadi peluang yang menjanjikan. Lalu, bagi pelanggan, menyewa iPhone menjadi cara praktis untuk mendapatkan kualitas kamera terbaik tanpa harus membeli perangkat mahal. (ef linangkung)