
KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati Hari Koperasi ke-78 dengan cara yang tak biasa. Lewat gelaran Selapanan Pinggir Dalan, Pemkot tak hanya merayakan dengan seremoni, melainkan juga menciptakan ruang nyata bagi ekonomi kerakyatan untuk berkembang.
Sabtu pagi, 26 Juli 2025, halaman Dinas Koperasi dan UKM DIY penuh sesak oleh semangat para pelaku usaha. Lebih dari 60 UMKM tampil unjuk gigi, memamerkan aneka produk unggulan.
Warga juga tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat, senam bersama, hingga berburu produk lokal di stand-stand yang berjajar rapi.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, membuka acara dengan semangat membakar, menyatakan tekad menjadikan wilayah utara seperti Tegalrejo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Tidak hanya berpidato, Wawan pun menyempatkan diri menyapa peserta, berbincang langsung, hingga memberi masukan seputar tampilan produk. Pendekatan ini memberi efek positif: pelaku UMKM merasa dihargai dan diberdayakan.
Edukasi, Inovasi, dan Harapan dalam Gerakan Ekonomi Rakyat
Rangkaian kegiatan dalam Selapanan Pinggir Dalan tak hanya berfokus pada penjualan produk. Dinas Koperasi dan UKM DIY juga menghadirkan workshop ecoprint, edukasi ekonomi sirkular, hingga pertunjukan seni budaya.
Kepala Dinas, Ir. Srie Nurkyatsiwi, menyebut pentingnya sinergi lintas elemen: koperasi, UMKM, masyarakat, dan pemerintah, untuk mendorong ekonomi rakyat yang berdaya tahan.
Bahkan, ide unik seperti pelatihan vokal lewat lomba karaoke turut digagas. Tujuannya bukan untuk hiburan semata, melainkan sebagai sarana membangun kepercayaan diri pelaku usaha. Program ini dirancang agar pelaku UMKM mampu tampil percaya diri ketika mempresentasikan produknya.
Lebih dari itu, kegiatan Selapanan ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan setiap 35 hari, berpindah dari satu kemantren ke kemantren lainnya.
Warga pun berharap acara ini bisa terus berlanjut. Seperti disampaikan Rina (38), pelaku UMKM asal Tegalrejo, yang mengaku dagangannya laku keras.
“Biasanya saya jual lewat WhatsApp grup. Tapi hari ini saya bisa ketemu langsung pembeli, bisa ngobrol, bisa kenalan. Ini yang bikin saya semangat jualan lagi,” ujarnya haru.
Dengan format baru yang menggugah ini, Pemkot Yogyakarta berhasil menjadikan Hari Koperasi lebih dari sekadar peringatan. Ia menjelma menjadi gerakan ekonomi rakyat, yang membumi, membangkitkan semangat, dan menyentuh wilayah-wilayah yang selama ini terlupakan.