
KabarJawa.com – Upaya memperkuat kemandirian usaha olahan ikan di tingkat kelompok kembali bergerak dinamis di Kabupaten Kulon Progo.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan sejumlah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) sebagai penerima bantuan.
Mereka menerima sarana pengolahan dan pemasaran berupa Chest Freezer (CF) dan Coolbox pada Bantuan Pemerintah Tahap 3 dan Tahap 4 tahun 2025.
Program untuk Poklahsar di Kulon Progo
Program ini menghadirkan harapan baru bagi pelaku usaha perikanan yang selama ini terus berjuang menjaga kualitas produk di tengah tuntutan pasar yang semakin ketat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, drh. Drajat Purbadi, M.Si., menegaskan bahwa bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat rantai dingin di sektor perikanan.
Ia menekankan bahwa fasilitas ini berperan penting dalam menjaga mutu produk, meningkatkan daya simpan, serta mendorong ekspansi pemasaran kelompok secara lebih efektif.
Dua Poklahsar Terima Bantuan Tahap 3 melalui Aspirasi DPR RI
Pada Bantuan Pemerintah Tahap 3, dukungan hadir melalui aspirasi anggota DPR RI Komisi IV.
Dua Poklahsar di Kulon Progo masuk dalam daftar penerima, yaitu Poklahsar Mina Pripih, Kapanewon Kokap dan Poklahsar Putri Congot, Kapanewon Temon
Kedua kelompok tidak hanya memperoleh Chest Freezer, tetapi juga menerima tambahan Coolbox sebagai sarana pendukung penyimpanan dan distribusi.
Kombinasi fasilitas ini diharapkan memperkuat efisiensi rantai pendingin, terutama bagi kelompok yang aktif memasarkan produk olahan hingga ke luar wilayah.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo bertindak sebagai tim teknis daerah yang mengawal seluruh tahapan penyaluran.
DKP melakukan verifikasi kelompok, memeriksa kelengkapan administrasi, hingga memastikan kesiapan penerima dalam memanfaatkan bantuan secara optimal.
“Pendampingan teknis menjadi langkah strategis agar sarana yang diterima benar-benar digunakan sesuai peruntukan. DKP juga memastikan bahwa setiap proses berjalan transparan dan akuntabel,” ujar dia.
Penyaluran Masih Menunggu Kelengkapan
Hingga pertengahan November 2025, seluruh unit Chest Freezer untuk Tahap 3 dan Tahap 4 sudah tiba di Kulon Progo.
Namun, penyaluran kepada penerima masih tertunda karena beberapa komponen pendukung belum tersedia.
- Tahap 3 – Menunggu Pengadaan Coolbox
Untuk dua Poklahsar penerima aspirasi, Coolbox menjadi satu paket wajib. Saat ini, penyedia masih menyelesaikan proses pengadaan, sehingga distribusi bantuan belum dapat dilaksanakan.
- Tahap 4 – Poklahsar Srikandi Mandiri, Pengasih
Pada tahap ini, unit Chest Freezer telah siap, namun penyaluran tertunda karena penyedia belum mengirimkan stiker identitas bantuan.
Stiker tersebut wajib terpasang sebagai tanda resmi bahwa bantuan merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
DKP Kulon Progo memastikan bahwa penyaluran baru akan berjalan setelah semua komponen bantuan lengkap dan memenuhi standar teknis.
Kebijakan ini akan menjaga akuntabilitas dan memastikan penerima mendapatkan paket bantuan secara utuh sesuai spesifikasi.
“Kami tidak ingin bantuan disalurkan dalam kondisi tidak lengkap karena hal itu berpotensi menghambat pemanfaatan kelompok di lapangan,” tuturnya.
Menurut Drajad, dengan lengkapnya bantuan Chest Freezer dan Coolbox nantinya, Poklahsar di Kulon Progo akan semakin kuat dalam menjaga kualitas produk, memperpanjang umur simpan hasil olahan perikanan, serta memperluas jaringan pemasaran.
Pemerintah berharap dukungan ini dapat menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan di tingkat lokal.
Bantuan dari KKP melalui program berkelanjutan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memberdayakan kelompok pelaku usaha perikanan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern yang menuntut standar mutu semakin tinggi. (ef linangkung)