
KABARJAWA– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Pada Sabtu dini hari, 19 April 2025, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sebanyak 13 kali guguran lava pijar.
Guguran lava itu meluncur ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santosa, menyampaikan bahwa seluruh guguran lava meluncur ke sektor barat daya, tepatnya ke arah Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih.
“Petugas kami mengamati guguran lava yang cukup intensif sejak dini hari. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa suplai magma dari dalam tubuh gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran,” ujar Agus dalam laporan resminya.
Tim pengamat mencatat cuaca di kawasan Merapi pada periode 18 April 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB berlangsung berawan hingga hujan.
Sementara itu, suhu udara berkisar antara 17,9°C hingga 23,3°C, dan kelembaban udara mencapai 98,8%. Meskipun asap kawah tidak tampak, gunung tertutup kabut dalam beberapa waktu pengamatan.
Dari segi kegempaan, BPPTKG merekam 84 kali gempa guguran, 104 gempa hybrid, satu kali gempa low frequency, satu gempa vulkanik dangkal, dan empat gempa tektonik jauh. Aktivitas seismik tersebut menunjukkan dinamika magma yang aktif di dalam perut gunung.
Agus menegaskan bahwa status Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Pihaknya merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
“Warga juga harus mewaspadai potensi bahaya lahar saat hujan deras turun di sekitar puncak. Selain itu, abu vulkanik bisa menimbulkan gangguan kesehatan dan aktivitas harian,” tambahnya.
BPPTKG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi secara intensif. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, pihaknya akan segera meninjau kembali status gunung berapi aktif tersebut. (ef linangkung)