Sabet 3 Sertifikat Kemenkes, Kulon Progo Mantapkan Prestasi Bidang Kesehatan

Bagikan :
Kabupaten Kulon Progo menerima tiga sertifikat penting dari Kementerian Kesehatan, termasuk bebas frambusia. (Dok Pemkab Kulon Progo)

KABARJAWA – Kabupaten Kulon Progo menorehkan sejarah baru di bidang kesehatan. Pada Rabu (20/8/2025), pemerintah setempat resmi menerima Sertifikat Bebas Frambusia dan dua sertifikat lain dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penyerahan sertifikat berlangsung secara daring melalui kanal Zoom dan diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan.

Pencapaian ini menegaskan bahwa Kabupaten Kulon Progo berhasil membuktikan diri sebagai daerah yang mampu menghapus penyakit menular yang dikenal berbahaya itu.

Sertifikasi ini juga menempatkan Kulon Progo sejajar dengan dua daerah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yang lolos penilaian eradikasi frambusia tahun 2024, yakni Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Tiga Sertifikat Sekaligus dari Kemenkes

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Sri Budi Utami, menyampaikan bahwa pada hari yang sama Kemenkes RI menyerahkan tiga jenis sertifikat penting, yaitu eliminasi kusta, eliminasi filariasis, dan bebas frambusia tahun 2025. Dari ketiga sertifikat itu, Kabupaten Kulon Progo berhasil menyabet predikat bebas frambusia.

“Sertifikat ini nanti akan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan kepada Bupati atau Wali Kota yang memang sudah dijadwalkan untuk menerima,” jelas Budi.

Baca juga  Museum Pawukon Kwarakan di Desa Wisata Sidorejo Jadi Ruang Edukasi Pengetahuan Jawa

Ia menegaskan bahwa sertifikat bebas frambusia bukan sekadar dokumen penghargaan, melainkan simbol keberhasilan masyarakat menjaga kesehatan lingkungan.

Ia pun berharap warga Kulon Progo tetap mempertahankan capaian itu dengan konsisten menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikat ini, masyarakat makin bersemangat menjaga agar frambusia tidak kembali muncul,” tambahnya.

Apresiasi Bupati Kulon Progo

Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh jajaran Dinas Kesehatan. Menurutnya, keberhasilan meraih sertifikat bebas frambusia menjadi bukti nyata kerja keras tenaga medis, rumah sakit, hingga para petugas kesehatan di pelosok desa.

“Bebas frambusia ini prestasi besar yang menunjukkan kinerja nyata Dinas Kesehatan dan seluruh jajarannya. Mereka sudah turun langsung hingga ke daerah pelosok, tempat yang paling berisiko munculnya penyakit tersebut,” ungkap Agung.

Agung menekankan bahwa sertifikasi ini bukan hanya kemenangan pemerintah, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Kulon Progo. Ia menilai capaian ini sebagai bukti meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

“Sertifikat bebas frambusia ini membuktikan bahwa kesehatan masyarakat Kulon Progo semakin baik. Ini kemenangan bersama. Kita berharap, penyakit-penyakit lain yang masih mengancam bisa segera kita tuntaskan,” tegasnya.

Baca juga  JIKF 2026 Resmi Bergulir, Golden Ticket Selection Jadi Gerbang Pelayang Daerah Menuju Ajang Nasional

Frambusia, penyakit menular yang menyerang kulit, tulang, dan sendi, selama ini menjadi momok di sejumlah daerah tropis. Dengan sertifikasi bebas frambusia, Kulon Progo berhasil membuktikan diri sebagai wilayah yang mampu menekan penyebaran penyakit ini hingga ke titik nol.

Prestasi ini juga menunjukkan kesungguhan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi kesehatan yang merata dan inklusif.

Dinas Kesehatan bersama seluruh elemen masyarakat membangun gerakan kolektif menjaga kebersihan, meningkatkan layanan kesehatan, serta memperluas akses pengobatan hingga pelosok.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya