
KabarJawa.com – Persiapan arus mudik Lebaran 2026 terus dimatangkan, termasuk melalui penyediaan jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, dua ruas tol strategis dipastikan siap difungsikan secara terbatas.
Ruas Tol Yogyakarta-Bawen serta Tol Solo-Yogyakarta akan dibuka secara fungsional guna memperlancar mobilitas pemudik menuju Yogyakarta dan daerah penyangga.
Jalur Tol Fungsional untuk Antisipasi Kepadatan Mudik
Dalam penjelasan resminya, Pemerintah Yogyakarta melalui Instagram @humasjogja, mengungkap bahwa pembukaan tol secara fungsional ini dirancang sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat musim mudik dan balik Lebaran.
Dengan kata lain, kehadiran dua ruas tol tersebut diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat di jalan nasional dan jalur arteri yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.
Rencana pengoperasian terbatas ini mencakup Tol Yogyakarta-Bawen dan Tol Solo-Yogyakarta, yang saat ini telah memasuki tahap akhir pembangunan.
Dengan kondisi konstruksi yang hampir rampung, kedua ruas tol dinilai layak digunakan secara fungsional selama periode Lebaran 2026.
Progres Konstruksi Capai Tahap Akhir
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, menyampaikan bahwa kesiapan jalur tol tersebut didukung oleh capaian pembangunan yang signifikan.
Ia menjelaskan bahwa progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 telah mencapai 90 persen. Di sisi lain, proyek Tol Solo-Yogyakarta ruas Prambanan-Purwomartani mencatat capaian lebih tinggi, yakni 95 persen.
Tingkat penyelesaian tersebut menjadi dasar utama penetapan rencana pembukaan tol fungsional. Dengan sisa pekerjaan yang relatif kecil, jalur tol diyakini mampu melayani kendaraan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun depan.
Perjalanan Klaten-Yogyakarta Lebih Singkat
Salah satu dampak nyata dari pengoperasian Tol Solo-Jogja segmen Prambanan-Purwomartani adalah efisiensi waktu tempuh. Rivan menyebutkan bahwa jalur ini akan memangkas durasi perjalanan secara signifikan.
“Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya bisa memakan waktu hingga 45 menit, diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit,” kata Rivan pada Rabu, 28 Januari 2026 yang lalu.
Pemangkasan waktu tempuh ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpotensi mengurangi kepadatan di jalur konvensional yang selama ini sering menjadi bottleneck saat musim mudik.
Ruas Prambanan-Purwomartani Jadi Andalan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perhatian utama dalam pengoperasian tol fungsional ini tertuju pada Tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani.
Ruas sepanjang 11,48 kilometer tersebut dinilai siap digunakan hingga akhir Januari 2026 untuk menunjang kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.
Keberadaan ruas ini menjadi krusial karena menghubungkan jalur utama dari arah Solo dan Klaten menuju Yogyakarta. Dengan difungsikannya segmen ini, beban lalu lintas di jalur non-tol diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Untuk memastikan kesiapan operasional, jajaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan juga telah melakukan peninjauan lapangan.
Dilaporkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung pada 22-23 Januari 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat 2026.
Akses Lebih Lancar ke Pusat Kota dan Destinasi Wisata
Selain mempercepat perjalanan menuju pusat Kota Yogyakarta, pengoperasian tol fungsional ini juga memberikan akses lebih cepat ke kawasan wisata unggulan.
Salah satunya adalah kawasan Candi Prambanan, yang dapat dijangkau tanpa harus melewati jalur nasional yang kerap padat.
Meski demikian, pengguna jalan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi dan keluar dari jalur tol selama masa pengoperasian terbatas tersebut.***