Rangkaian Hari Ibu di Yogyakarta Dimulai, Merayakan Kasih Perempuan bagi Kehidupan

Bagikan :
Rangkaian Hari Ibu di Yogyakarta/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com— Yogyakarta kembali memancarkan denyut semangat perempuan Indonesia ketika rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 resmi dimulai.

Di Bangsal Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, ratusan perempuan dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul sejak pagi.

Awal Rangkaian Hari Ibu di Yogyakarta

Mereka menghadiri Pasar Murah, Bazar, dan Senam Masal yang membuka rangkaian perayaan penuh makna tersebut.

Udara Yogyakarta terasa hangat karena semangat perempuan yang menyatukan langkah, suara, dan harapan di ruang bersejarah itu.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, membuka kegiatan dengan pesan yang menyentuh dan menegaskan identitas Hari Ibu di Indonesia.

Beliau menekankan bahwa esensi Hari Ibu di negeri ini berbeda dari Mother’s Day di banyak negara lain.

“Jiwa dari Hari Ibu bukan semata tentang kasih seorang ibu kepada anaknya, melainkan tentang kasih perempuan kepada kehidupan,” ujar Sri Paduka.

Sri Paduka menjelaskan bahwa Indonesia merayakan semangat perempuan yang merawat kehidupan, bukan hanya yang menjalankan peran domestik.

Perempuan Indonesia memikul peran luas: menjaga keluarga, memperkuat masyarakat, dan ikut membangun bangsa.

Baca juga  Jelang Libur Nataru: Harga Komoditas Pangan di DIY Terkendali, kecuali Cabe Merah Melonjak Drastis

Di hadapan para peserta, Sri Paduka mengingatkan kembali bahwa Hari Ibu lahir dari peristiwa besar. Peristiwa itu adalah Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta pada 1928.

Peristiwa itu menandai lompatan besar dalam sejarah perempuan Indonesia, sebuah momentum ketika perempuan bangkit menyuarakan kesetaraan dan kemandirian.

“Melalui Kongres Perempuan Indonesia pertama, perempuan Indonesia didorong untuk menjadi sosok mandiri, berdaya, dan berperan aktif dalam pendidikan, sosial, ekonomi, serta kehidupan berbangsa,” imbuh Sri Paduka.

TP PKK DIY Tegaskan Perempuan sebagai Cahaya Budaya Bangsa

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam, membacakan sambutan dari Ketua TP PKK DIY, GKR Hemas.

Melalui tema Srawung Wanodya: Tresna Ibu, Cahya Budaya, TP PKK DIY ingin menguatkan peran perempuan sebagai penjaga budaya dan cahaya nilai-nilai luhur.

Gusti Putri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya selebrasi, tetapi simbol perempuan yang sehat dan berdaya mampu melahirkan keluarga kuat dan bangsa tangguh.

Ia juga menyoroti pentingnya pasar murah dan bazar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional.

Baca juga  Menjajal Urban Resort Melia Purosani Yogyakarta: Oase Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Kota Strategis

Gusti Putri menyampaikan bahwa perempuan di DIY memegang peran penting, bukan hanya sebagai pendamping keluarga.

Perempuan DIY terbiasa memikul tanggung jawab menjaga nilai budaya, moralitas, dan semangat gotong royong.

“Kegiatan semacam ini merupakan warisan budaya Jogja, bahwa perempuan harus tetap guyub dan bersatu menjaga kesinambungan antara kemajuan dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia kemudian mengajak seluruh perempuan menjadikan Hari Ibu sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Ibu sebagai gerakan hidup sehat, gerakan mencintai produk lokal, dan gerakan saling asah dalam semangat keibuan,”ujar Gusti Putri. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya