Program Makan Bergizi Gratis Disetop saat Libur Sekolah, Mitra Dapur di DIY Terhimpit Ekonomi

Bagikan :
Program Makan Bergizi Gratis/Foto: Pemkab Kulon Progo

KabarJawa.com– Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 memicu gelombang kegelisahan.

Kebijakan yang semula untuk penyesuaian operasional itu kini justru menjelma menjadi badai ekonomi kecil yang menghantam para mitra dapur, pelaku UMKM, hingga relawan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dampak Program Makan Bergizi Gratis Disetop

Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas DIY, A. Supriyanto, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kebijakan penghentian sementara MBG selama libur sekolah telah menimbulkan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mitra dapur di lapangan.

Supriyanto menegaskan, penghentian program itu membuat para mitra dapur terpaksa meliburkan karyawan dan menghentikan sementara pembelian bahan baku dari petani serta supplier lokal.

“Keluarnya Surat Edaran Nomor 12 memberatkan dan kami rasa sangat sewenang-wenang terhadap mitra,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan, selama program berjalan, dapur-dapur MBG tidak hanya menjadi tempat produksi makanan, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi mikro.

Baca juga  Marak Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, JCW Desak Presiden Prabowo Hentikan Proyek MBG

Sekretaris Jenderal DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas DIY, Yusup Supriadi, menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali berupaya membuka komunikasi dengan berbagai pemangku kebijakan.

Ia menyebut diskusi telah berjalan hingga ke tingkat kementerian, bahkan mencoba menyampaikan langsung ke jalur pengambil keputusan tertinggi.

Namun, ia mengaku belum menemukan titik terang yang benar-benar memberikan solusi bagi para mitra di daerah.

“Pelaku UMKM dan relawan butuh untuk biaya sekolah. Ini dipikirkan enggak,” kata Yusup dengan nada geram.

Yusup menegaskan bahwa penghentian program MBG tidak bisa hanya dipandang sebagai jeda teknis. Ia menilai ada kehidupan ekonomi keluarga yang ikut bergantung pada program tersebut.

“Selama ini mereka bisa menghidupi keluarganya dari perputaran ekonomi di dapur,” ujarnya.

Ia kemudian mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung menganalisis persoalan ini. Menurutnya, kebijakan yang menyentuh hajat hidup orang banyak tidak seharusnya berhenti di level administratif tanpa mempertimbangkan dampak sosial di bawah.

Dampak Berantai

Di sejumlah titik di Kapanewon Sewon, dampak penghentian program mulai terasa nyata. Dapur-dapur produksi yang biasanya sibuk sejak pagi kini terlihat lengang.

Baca juga  Muhammadiyah Percepat Makan Bergizi Gratis, Wujudkan Dakwah Al-Ma’un di Bidang Gizi

Para petani lokal yang selama ini menjadi pemasok juga mulai mengeluhkan penurunan permintaan. Beberapa di antaranya mengaku harus menunda panen karena tidak ada kepastian penyerapan hasil.

Di sisi lain, para pekerja dapur yang sebelumnya memiliki penghasilan rutin harian kini menghadapi ketidakpastian baru.

Sebagian dari mereka memilih mencari pekerjaan serabutan, sementara lain menunggu kabar apakah program akan kembali berjalan setelah libur sekolah berakhir.

Di tengah polemik kebijakan tersebut, suara evaluasi juga datang dari para orang tua penerima manfaat. Salah satunya Ana Wahyuni, warga Sewon, yang menilai program MBG sebenarnya memiliki niat baik sejak awal.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia melihat muncul kejenuhan pada anak-anak terhadap menu makanan yang disajikan.

“Programnya sih awalnya bagus, tapi makin ke sini anak tidak suka menunya karena itu-itu saja. Jujur malah banyak yang tidak kemakan,” ujar Ana.

Ia menilai variasi menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih kurang berkembang. Kondisi ini membuat sebagian anak menjadi kurang antusias terhadap makanan yang diberikan.

Baca juga  Geger Bayi Cantik Ditemukan Dalam Kotak Stereofoam di Prambanan, Lengkap dengan Perlengkapan Baru

Ana kemudian mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema penyaluran program MBG. Menurutnya, salah satu opsi adalah mengalihkan anggaran langsung kepada orang tua penerima manfaat.

Dengan skema tersebut, orang tua bisa membeli bahan makanan sendiri dan menyesuaikan menu sesuai kebutuhan serta selera anak di rumah.

“Supaya orang tua bisa membelanjakan sendiri bahan pangan dan menentukan sendiri menu makanan bergizi untuk anak,” ujarnya.

Ia juga menilai program MBG saat ini belum sepenuhnya efektif jika dibandingkan dengan kebiasaan lama di mana anak-anak sudah dibekali makanan dari rumah.

“Dia tidak menolak programnya, tapi mungkin perlu cara yang lebih fleksibel,” kata Ana. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid