
KabarJawa.com — Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol Anggoro Sukartono, memimpin apel istimewa dalam rangka Launching Pamapta (Perwira Samapta).
Momen tersebut menjadi tonggak penting bagi jajaran Polda DIY untuk meneguhkan komitmen menghadirkan polisi yang lebih cepat, tepat, dan humanis di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Irjen Pol Anggoro berbicara dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan bahwa Pamapta bukan sekadar program baru, melainkan strategi konkret Polri dalam menjawab tuntutan masyarakat di era modern yang serba cepat dan dinamis.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri agar mampu hadir lebih cepat, bertindak lebih tepat, dan melayani lebih humanis. Pamapta hadir sebagai jawaban atas harapan tersebut,” tegas Kapolda DIY.
Pamapta merupakan unsur pelaksana fungsi operasional SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kapolri.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Grand Strategy Polri 2025–2045, terutama dalam pilar peningkatan kepercayaan publik dan transformasi pelayanan.
Konsep besar di balik Pamapta adalah Policing Presence—sebuah filosofi baru yang menegaskan kehadiran polisi tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan emosional.
Polisi diharapkan hadir dengan empati, bukan sekadar dalam bentuk patroli atau penindakan, tetapi juga dalam mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat.
Etalase Baru Pelayanan Polri
Kapolda Anggoro menekankan bahwa Pamapta merupakan etalase pelayanan Polri. Ia menggambarkannya sebagai wujud konkret transformasi kepolisian yang siap, sigap, dan berperikemanusiaan.
“Setiap personel Pamapta dituntut memiliki kemampuan teknis dan taktis yang mumpuni, disiplin tinggi, serta karakter humanis dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Sebelum diluncurkan, para personel Pamapta telah mengikuti Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) pada Kamis (23/10/2025). Latihan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kesiapan setiap anggota menghadapi beragam situasi di lapangan.
Dalam pelatihan tersebut, para personel diasah secara teknis dan mental. Mereka berlatih kemampuan komunikasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan cepat di situasi darurat.
Selain itu, pelatihan juga menekankan penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, dua pedoman moral yang menjadi dasar setiap tindakan anggota Polri.
Latkatpuan menjadi momentum penting dalam memperkuat profesionalisme dan moralitas anggota Polri. Dengan bekal tersebut, personel Pamapta diharapkan tidak hanya sigap bertugas, tetapi juga mampu mengedepankan sisi kemanusiaan dalam setiap pelayanan.
Garda Terdepan Polri di Tengah Masyarakat
Revitalisasi fungsi Pamapta diarahkan untuk memperkuat efektivitas sistem pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan.
Pamapta bertugas mulai dari menerima laporan masyarakat, mengendalikan pertolongan dan perlindungan, hingga melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TKP).
Dengan pola kerja yang terintegrasi dan berbasis respon cepat, Pamapta diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Di akhir amanatnya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyerukan semangat kebangkitan kepada seluruh personel. Ia berharap momentum peluncuran ini menjadi awal dari semangat baru Polri yang profesional dan modern.
“Mari jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan semangat baru dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Usai apel, suasana di lapangan berubah menjadi penuh semangat. Para personel Pamapta diberangkatkan menuju wilayah tugas masing-masing dengan langkah mantap, membawa harapan besar bagi masyarakat Yogyakarta.