
KABAR JAWA – Yogyakarta nampaknya tak pernah kehabisan destinasi wisata menarik, terutama tempat-tempat yang masih alami nan jauh dari keramaian.
Salah satu destinasi yang layak dilirik wisatawan saat liburan ke Jogja adalah Geoforest Watu Payung Turunan di Kabupaten Gunungkidul.
Tempat ini merupakan salah satu hidden gem Jogja yang belakangan semakin populer, terutama di kalangan pecinta fotografi dan penikmat sunrise.
Asal-usul Nama Watu Payung Turunan
Nama Watu Payung Turunan sendiri berasal dari keberadaan batu besar di kawasan tersebut yang bentuknya menyerupai payung.
Penambahan kata “turunan” pada namanya mencerminkan harapan bahwa kawasan ini bisa memberikan manfaat tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga untuk generasi mereka berikutnya.
Keunikan nama ini sejalan dengan daya tarik alam yang dimiliki, menjadikan tempat ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga sarat makna lokal.
Pesona Alam Perbukitan dan Keindahan Fajar
Terletak di Dusun Turunan, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, Geoforest Watu Payung Turunan menyuguhkan panorama perbukitan hijau yang luas terbentang hingga sejauh mata memandang.
Dari ketinggian, pengunjung dapat menyaksikan aliran Sungai Oya yang berkelok membelah Pegunungan Sewu, menciptakan lanskap alami yang menakjubkan.
Pemandangan matahari terbit di tempat ini menjadi daya tarik utama tempat ini.
Udara pagi yang segar, suara burung berkicau, serta kabut tipis yang menyelimuti perbukitan menciptakan suasana menenangkan bak private vacation.
Adapun waktu terbaik untuk menikmati sunrise adalah saat matahari berada di sisi utara, idealnya sebelum pukul 05.00 pagi agar pengunjung bisa momen terbaik sekaligus menikmati suasana yang masih sepi.
Banyak Spot Foto Instagramable yang Bebas Dinikmati
Untuk diketahui, tak lama ini banyak pula unggahan di media sosial, terutama di TikTok dan Instagram, memperlihatkan keindahan tempat ini dari berbagai sudut.
Keindahan Geoforest Watu Payung rupanya memang tidak hanya terbatas pada panorama alamnya.
Area ini juga dilengkapi dengan berbagai spot foto menarik yang bisa dimanfaatkan sepuasnya.
Suasananya yang tenang tanpa keramaian latar belakang membuat hasil foto terlihat bersih dan estetik.
Maka tidak heran bila destinasi ini kerap viral dan masuk dalam daftar rekomendasi wisata alami di Yogyakarta.
Fasilitas dan Informasi Kunjungan
Geoforest Watu Payung buka setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB.
Agar bisa menikmati keindahan alam di sini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000, dengan biaya parkir Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.
Dan bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana malam di alam terbuka, tersedia juga paket camping dengan tarif mulai dari Rp 150.000-an, lengkap dengan fasilitas pendukung untuk berkemah.
Setelah puas berkeliling dan berfoto, Anda juga bisa bersantai di gazebo sambil menikmati secangkir kopi hangat atau berbincang santai bersama teman dan keluarga.
Suasana alami yang dihadirkan di tempat ini sangat cocok untuk melepaskan penat dari kesibukan harian.
Rekomendasi Wisata Hidden Gem Jogja
Jadi kesimpulannya, Geoforest Watu Payung Turunan adalah destinasi yang menyatukan keindahan alam, ketenangan, dan pengalaman unik dalam satu paket wisata.
Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dan mencari kedamaian di tengah alam.
Dengan banyaknya spot foto, kesempatan menyaksikan sunrise yang memesona, dan harga tiket yang terjangkau, tempat ini pantas Anda jadikan pilihan saat liburan ke Jogja.***