
KabarJawa.com – Baru-baru ini, warga masyarakat Yogyakarta digegerkan oleh peristiwa ambruknya pohon beringin raksasa di kawasan Alun alun Utara.
Kejadian ini dilaporkan berlangsung pada Selasa malam, 30 Desember 2025, dan kemudian langsung menyita perhatian publik usai video kondisi pascakejadian beredar luas di media sosial.
Pohon berukuran besar yang selama ini menjadi bagian penting dari lanskap kawasan bersejarah tersebut mendadak tumbang dan menimbulkan dampak cukup serius di sekitar lokasi.
Pohon Beringin Ambruk di Alun alun Utara
Peristiwa pohon tumbang terjadi di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, tepatnya di sisi dekat gedung PDHI. Pohon beringin tersebut diketahui merupakan milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Berdasarkan informasi yang beredar, pohon beringin itu mempunyai tinggi sekitar 25 meter. Adapun diameter batangnya mencapai tiga meter.
Rupanya saatambruk, pohon itu menimpa warung yang ada di sekitarnya. Juga, tiga unit sepeda motor yang sedang terparkir di sana.
Selain menyebabkan kerusakan bangunan serta kendaraan, tumbangnya pohon juga sempat membuat akses jalan di lokasi tertutup.
Dampak lainnya, jaringan listrik, telepon hingga jaringan internet di sekitar lokasi dilaporkan terputus pada malam kejadian akibat tertimpa reruntuhan pohon.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski insiden ini terjadi di kawasan yang cukup ramai, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi ini menjadi kabar lega di tengah kekhawatiran masyarakat mengingat ukuran pohon yang sangat besar dan potensi bahaya yang ditimbulkan.
Lantas, apa penyebab pohon tersebut ambruk?
Penyebab Pohon Beringin Tumbang
Berdasarkan dugaan awal, pohon beringin raksasa tersebut tumbang karena kondisi bagian bawah batang yang sudah rapuh.
Kerusakan struktural di bagian akar dan pangkal pohon membuatnya tidak lagi mampu menopang bobot batang dan tajuknya.
Selain faktor internal, cuaca juga diduga kuat menjadi pemicu utama. Peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 20.15 WIB, saat kondisi cuaca di Yogyakarta tengah diguyur hujan disertai angin kencang. Kombinasi tanah yang lembap dan hembusan angin kuat diyakini mempercepat tumbangnya pohon.
Proses Penanganan dan Evakuasi
Usai kejadian, kabarnya upaya penanganan langsung dilakukan oleh pihak terkait. Petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi batang dan ranting pohon yang menutup jalan serta menimpa bangunan dan kendaraan.
Hingga kini, proses pembersihan dan evakuasi terus dilakukan agar akses jalan kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.
Pohon Rapuh hingga Cuaca
Jadi kesimpulannya, ambruknya pohon beringin raksasa di Alun alun Utara Yogyakarta terjadi pada Selasa malam, 30 Desember 2025, diduga akibat kombinasi faktor usia pohon, kondisi batang yang rapuh, serta cuaca hujan dan angin kencang.
Meski menimbulkan kerusakan bangunan, kendaraan, serta gangguan akses jalan dan jaringan listrik, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Saat ini, proses evakuasi dan penanganan telah dilakukan untuk memulihkan kondisi di sekitar lokasi kejadian.***