PKT UGM Soroti Kasus Keracunan Massal dalam Program MBG, Ungkap Temuan Lapangan dan Rekomendasi Solusi

Bagikan :
Dr. dr. Citra Indriani, MPH/Foto: beph.fkkmk.ugm.ac.id

KabarJawa.com– Lonjakan kasus keracunan massal yang muncul di sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), memantik perhatian serius publik.

Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan keprihatinan sekaligus menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar tujuan mulia program unggulan Presiden Prabowo itu dapat tercapai dengan aman.

Direktur PKT UGM, Dr. dr. Citra Indriani, MPH, menegaskan bahwa pengelolaan makanan dalam skala besar oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa risiko tinggi.

Investigasi Proses Memasak dan Distribusi

Jumlah porsi harian yang sangat banyak membuat potensi kesalahan dalam pengolahan, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi, dapat berdampak luas pada kesehatan ribuan anak sekolah.

PKT UGM memotret realitas lapangan dan menemukan bahwa skala pengelolaan makanan program MBG bahkan melampaui katering industri. Kondisi tersebut menuntut penerapan standar internasional Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).

“HACCP menjadi standar baku untuk menjamin keamanan pangan, namun di lapangan kami melihat kesenjangan penerapan,” jelas dr. Citra.

Baca juga  FTI UAJY Sambut Mahasiswa Internasional dalam Summer Program 2026 Bertema Pengelolaan Limbah

Investigasi yang dilakukan tim UGM terhadap beberapa kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di Yogyakarta mengungkap bahwa sebagian besar SPPG belum menjalankan prinsip HACCP secara menyeluruh.

Pengetahuan terbatas, minimnya pelatihan, serta kurangnya keterlibatan sekolah dalam pengawasan semakin memperbesar risiko.

Tim PKT UGM melakukan penelusuran dari proses memasak hingga distribusi makanan. Hasil investigasi menemukan durasi antara makanan dimasak, dikemas, hingga akhirnya dikonsumsi siswa kerap melebihi empat jam.

“Jika melewati empat jam, penyimpanan harus sesuai standar. Sayangnya, fasilitas penyimpanan di banyak SPPG tidak memadai,” ungkap dr. Citra.

Masalah lain juga muncul ketika makanan diproduksi dalam jumlah sangat besar. Beberapa menu terbukti tidak matang merata.

Di sejumlah sekolah, SPPG bahkan memodifikasi pengemasan tanpa pemanasan ulang. Kondisi-kondisi inilah yang kemudian membuka peluang besar terjadinya keracunan massal.

Rekomendasi Solusi dari PKT UGM

PKT UGM mendorong langkah-langkah sistematis untuk mencegah terulangnya kasus keracunan. Pertama, perlu standarisasi fasilitas dan kapasitas SPPG, termasuk penyimpanan bahan baku dan makanan matang.

Baca juga  Dugaan Keracunan MBG di Semin Gunungkidul, 10 Siswa SDIT Dian Insani Dilarikan ke Klinik

“Asesmen awal penting dilakukan untuk menentukan SPPG yang layak mengelola makanan dalam skala besar,” jelas dr. Citra.

Kedua, PKT UGM menekankan pentingnya SOP berbasis HACCP. Setiap SPPG wajib memiliki prosedur standar yang mencakup penyiapan bahan, pemasakan, penyimpanan, distribusi, hingga konsumsi. Tanpa SOP yang ketat, sulit menjamin keamanan pangan.

Ketiga, seluruh staf SPPG perlu mendapat pelatihan intensif mengenai SOP dan HACCP. Pelatihan ini harus terintegrasi dengan kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai prasyarat beroperasi.

“Mekanisme pengawasan harus jelas dan terukur. Tanpa itu, sulit memastikan kepatuhan terhadap standar,” tegas dr. Citra.

Monitoring periodik juga harus berjalan secara berkelanjutan. Langkah ini menjaga konsistensi keamanan pangan di seluruh tahapan produksi.

Menurut PKT UGM, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak sekolah tanpa mengorbankan kesehatan mereka.

PKT UGM menilai program MBG memiliki potensi besar dalam memperbaiki status gizi anak bangsa. Namun, tanpa tata kelola yang kuat, risiko keracunan massal akan terus menghantui.

Baca juga  The Merapi Park Rayakan Ulang Tahun ke-9, Hadirkan Rainbow Slide hingga Dino Park untuk Lengkapi Liburan Keluarga di Jogja

Dengan penerapan standar internasional, pengawasan ketat, dan pelatihan tenaga pengelola, program MBG dapat berjalan lebih aman sekaligus membawa dampak nyata bagi generasi muda Indonesia.

“Tujuan program ini mulia, karena itu mari kita pastikan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Anak-anak harus mendapatkan manfaat, bukan justru sakit akibat keracunan,” tutup dr. Citra. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid